Manusiasenayan.id – Ketersediaan air bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih jadi PR yang perlu segera diberesin. Nggak mau masalah ini berlarut-larut, Komisi V DPR RI mendorong pengembangan embung dan optimalisasi infrastruktur sumber daya air. Langkah ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendukung pariwisata Labuan Bajo yang makin berkembang.

Labuan Bajo Nggak Cuma Butuh Destinasi Keren

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, menegaskan bahwa pembangunan Labuan Bajo harus berjalan secara menyeluruh. Artinya, bukan cuma soal akses transportasi dan fasilitas wisata yang makin kece, tetapi juga ketersediaan air bersih dan air minum yang memadai.

Menurutnya, infrastruktur dasar harus ikut dikebut supaya perkembangan pariwisata nggak jalan sendirian tanpa dukungan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya mendukung Labuan Bajo di sini dari awal super prioritas destinasi di Labuan Bajo. Kemudian 2028 akan dilaksanakan PON di sini juga, artinya Komisi V secara keseluruhan berkomitmen untuk bisa mendukung infrastruktur yang ada di Labuan Bajo dan NTT dan sekitarnya,” kata Novita di Kantor Bupati Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Jumat (9/10/2026).

Novita menilai, air bersih bukan cuma urusan kebutuhan rumah tangga. Ketersediaannya juga berpengaruh terhadap pelayanan publik dan aktivitas ekonomi. Apalagi, Labuan Bajo terus dikembangkan sebagai destinasi pariwisata prioritas dan diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan PON pada 2028.

Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar harus dipersiapkan sejak sekarang agar kebutuhan warga dan aktivitas pariwisata bisa berjalan beriringan.

Embung Jadi Opsi, Bendungan Harus Lebih Optimal

Di sisi lain, Gubernur NTT Melki Laka Lena ikut menyoroti potensi pengembangan embung untuk memperkuat pasokan air. Menurutnya, sejumlah bendungan sebenarnya sudah tersedia, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena dukungan jaringan primer dan sekunder belum berjalan sesuai harapan.

“Embung tadi menurut saya penting karena ini banyak bendungan yang belum bisa bergerak kemanfaatannya. Karena primernya sudah, sekundernya tersedia belum begitu bergerak,” ujar Melki.

Melki berharap Komisi V DPR RI bisa ikut mendorong pembahasan dan dukungan pembangunan infrastruktur air dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi setiap wilayah. Dengan begitu, pengembangan embung bisa menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di daerah yang memerlukan.

Intinya, infrastruktur yang sudah ada perlu dioptimalkan, sementara kebutuhan di wilayah lain juga harus dipetakan supaya solusi yang dibangun benar-benar tepat sasaran.

Wisata Makin Ramai, Urusan Sampah Jangan Ketinggalan

Bukan cuma air bersih yang perlu diperhatikan. Novita juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga daya tarik Labuan Bajo. Makin banyak wisatawan dan aktivitas masyarakat, makin besar pula kebutuhan terhadap sistem pengelolaan sampah yang memadai.

Jangan sampai pariwisata makin berkembang, tetapi kebersihan lingkungan justru keteteran. Kualitas lingkungan tetap perlu dijaga agar Labuan Bajo bisa terus tumbuh sebagai destinasi wisata yang nyaman bagi pengunjung sekaligus masyarakat setempat.

Infrastruktur Siap, Pembangunan NTT Makin Berkelanjutan

Bagi Komisi V DPR RI, pembangunan infrastruktur perlu dirancang secara terintegrasi. Mulai dari penyediaan air bersih, konektivitas, sampai pengelolaan lingkungan, semuanya harus saling mendukung.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting agar pengembangan embung serta optimalisasi bendungan bisa ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.

Harapannya, kebutuhan air masyarakat NTT makin terpenuhi, sektor pariwisata Labuan Bajo terus berkembang, dan pembangunan daerah bisa berjalan lebih berkelanjutan. Sebab, destinasi wisata yang maju bukan cuma soal pemandangan yang memukau, tetapi juga soal infrastruktur dasar yang siap menopang kehidupan masyarakat.