Manusiasenayan.id – Perjalanan menuju Senayan nggak selalu dimulai dari panggung politik atau jabatan mentereng. Ada juga yang berangkat dari dunia kerja, menimba pengalaman, lalu melangkah ke parlemen. Salah satunya Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M., anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang bertugas di Komisi VIII.
Sebelum dikenal sebagai wakil rakyat, Sandi punya perjalanan pendidikan dan karier yang menarik buat disimak. Latar belakangnya memperlihatkan perpaduan antara pendidikan teknik, manajemen, dan pengalaman kerja di Samsat Banjarmasin. Kombinasi ini menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya ke dunia politik nasional.
Dari Banjarmasin, Menempuh Pendidikan Teknik
Perjalanan pendidikan Sandi dimulai di SD Muhammadiyah 10 Banjarmasin pada 2000–2006. Setelah itu, ia melanjutkan sekolah di SMPN 14 Banjarmasin pada 2006–2009, kemudian masuk SMKN 5 Banjarmasin dengan mengambil jurusan otomotif pada 2009–2012.
Nggak berhenti di situ, Sandi melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin. Pada 2013–2017, ia menempuh pendidikan Teknik Mesin hingga meraih gelar sarjana teknik.
Menariknya, Sandi kemudian kembali melanjutkan pendidikan di kampus yang sama, kali ini mengambil bidang Manajemen pada 2018–2021. Dari sini, terlihat perjalanan akademiknya nggak cuma berkutat pada urusan teknis, tetapi juga merambah bidang pengelolaan dan manajemen.
Dua latar pendidikan, Teknik Mesin dan Manajemen, menjadi bagian penting dari profil akademik Sandi. Keduanya punya pendekatan berbeda: satu berfokus pada aspek teknis, sementara yang lain berkaitan dengan pengelolaan organisasi dan sumber daya.
Enam Tahun Berkarier di Samsat Banjarmasin
Sebelum masuk ke parlemen, Sandi tercatat bekerja sebagai staf di Samsat Banjarmasin pada 2017–2023. Artinya, ia memiliki pengalaman kerja sekitar enam tahun sebelum memasuki fase berikutnya dalam perjalanan kariernya.
Pengalaman di lingkungan pelayanan publik ini menjadi salah satu bagian dari rekam jejak profesionalnya. Meski begitu, pengalaman tersebut tidak otomatis menjelaskan seluruh kiprahnya sebagai politisi. Rekam jejak, kontribusi, dan hasil kerjanya di parlemen tetap perlu dilihat dari data serta aktivitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sekarang Bertugas di Komisi VIII DPR RI
Kini, Sandi Fitrian Noor menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan bertugas di Komisi VIII. Komisi ini memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana.
Isu-isu tersebut dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari pelayanan sosial, perlindungan kelompok rentan, sampai penanganan bencana, semuanya membutuhkan kebijakan yang tepat dan pengawasan yang serius.
Sebagai anggota DPR, Sandi memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi parlemen sesuai kewenangan dan penugasannya. Fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan menjadi instrumen penting untuk mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan publik.
Bukan Cuma Jabatan, Hasil Kerja yang Dinanti
Dari bangku sekolah di Banjarmasin, pendidikan teknik dan manajemen, hingga pengalaman sebagai staf Samsat, perjalanan Sandi punya beberapa fase yang membentuk rekam jejak profesionalnya.
Namun, perjalanan di Senayan membawa tantangan yang berbeda. Masyarakat tentu menanti bukan cuma kehadiran seorang anggota DPR, tetapi juga kontribusi nyata dalam mengawal kebijakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Pada akhirnya, jabatan di parlemen bukan garis finis, melainkan tanggung jawab yang harus dibuktikan lewat kerja nyata. Publik berhak memantau bagaimana Sandi menjalankan tugasnya di Komisi VIII dan sejauh mana kiprahnya memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena wakil rakyat yang layak diperhitungkan bukan sekadar punya kursi di Senayan, tetapi juga mampu menunjukkan hasil kerja yang bisa dirasakan publik.
