Manusiasenayan.id – Daerah punya hasil bumi, petani punya perjuangan, dan masyarakat desa punya potensi yang bisa dikembangkan. Tapi, gimana caranya supaya semua itu benar-benar berdampak ke kehidupan warga? Nah, tiga legislator ini punya fokus yang menarik untuk disimak. Ada yang menyoroti harga hasil panen, ada yang mendorong penghijauan, dan ada juga yang ingin mengembangkan UMKM desa.
Panggah Susanto: Petani Panen, Jangan Sampai Malah Buntung!
Buat petani, berhasil panen belum tentu berarti cuan. Harga hasil bumi bisa naik-turun, biaya produksi terus berjalan, dan pembeli belum tentu selalu tersedia. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Panggah Susanto, legislator Partai Golkar dari Dapil Jawa Tengah VI yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.
Panggah menyoroti persoalan harga cabai yang sering berfluktuasi ekstrem. Saat harga tinggi, banyak petani tertarik menanam cabai. Namun, ketika panen datang bersamaan, harga bisa anjlok. Petani pun berisiko merugi.
Enggak cuma cabai, Panggah juga mendorong pemerintah menjamin penyerapan gabah dan jagung dengan harga yang layak. Menurutnya, hasil panen perlu benar-benar terserap oleh Bulog dan BUMN pangan supaya petani enggak kebingungan mencari pembeli saat panen raya.
Lewat perannya di Komisi IV, persoalan pertanian bukan sekadar soal berapa banyak pangan yang dihasilkan. Kepastian harga dan akses pasar juga perlu diperjuangkan agar petani bisa memperoleh penghasilan yang layak.
Vita Ervina: Tanam Bibit, Rawat Lingkungan, Dukung Petani!
Kalau ngomongin pertanian, kondisi lingkungan juga enggak boleh luput dari perhatian. Lahan yang rusak bisa memengaruhi produktivitas, sedangkan hutan yang terjaga punya peran penting bagi keberlanjutan lingkungan.
Vita Ervina, legislator PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah VI, pernah membagikan 20.000 bibit tanaman di delapan kecamatan di Kabupaten Wonosobo untuk mendukung rehabilitasi lahan dan hutan. Bibitnya mencakup alpukat, sawo, kelengkeng, dan manggis.
Tanaman tersebut diharapkan membantu mengurangi erosi dan sedimentasi di kawasan aliran Sungai Serayu. Selain mendukung pemulihan lingkungan, tanaman produktif juga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan hasil kebun bernilai ekonomi.
Langkah ini memperlihatkan bahwa menjaga alam dan mendukung masyarakat tani bisa berjalan beriringan. Namun, manfaatnya tetap membutuhkan perawatan tanaman dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Rizal Bawazier: Potensi Desa Jangan Cuma Jadi Pajangan!
Desa punya banyak potensi, mulai dari peternakan sampai produk UMKM. Masalahnya, potensi tersebut perlu dikelola dan dipasarkan dengan baik agar bisa menghasilkan pendapatan.
Rizal Bawazier, legislator PKS dari Dapil Jawa Tengah X, memperkenalkan Program Ikon Desa untuk mendorong pengembangan UMKM di Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kota Pekalongan.
Gagasannya cukup sederhana. Desa bisa dikembangkan berdasarkan produk unggulan, misalnya desa sapi atau desa kambing, sehingga produk lokal lebih mudah dikenali dan jalur pemasarannya bisa diperkuat.
Program ini berfokus pada UMKM dan ekonomi lokal, bukan khusus pertanian. Meski begitu, pendekatan pengembangan potensi desa bisa membuka peluang bagi usaha berbasis hasil bumi dan peternakan.
Pada akhirnya, potensi lokal perlu didukung dengan pembinaan, akses pasar, dan produk yang mampu bersaing. Sebab, potensi desa baru terasa manfaatnya ketika masyarakat ikut merasakan hasil ekonominya.
