Manusiasenayan.id – Duit negara jumlahnya nggak main-main, tapi kalau manfaatnya nggak nyampe ke rakyat, ya buat apa juga, bestie?

Nah, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro punya pesan penting buat pemerintah. Intinya simpel: belanja negara jangan asal keluar duit, tapi harus tepat sasaran, berkualitas, dan nggak telat.

Fauzi menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Duit Negara Banyak, Jangan Sampai Salah Jalan!

Dalam postur APBN yang sudah disepakati, belanja negara mencapai sekitar Rp4,32 triliun, sementara target pendapatannya sebesar Rp3,456 triliun.

Angkanya fantastis, kan? Tapi tunggu dulu!

Menurut Fauzi, APBN gede belum tentu bikin rakyat sejahtera kalau pemerintah nggak pintar mengelolanya.

Makanya, anggaran yang mengalir ke kementerian, lembaga, badan, sampai pemerintah daerah harus benar-benar dipakai buat kebutuhan masyarakat.

Bukan cuma sekadar anggaran terserap, terus dianggap beres. Yang penting, hasilnya harus terasa di kehidupan rakyat.

“Satu catatan kita adalah belanja harus berkualitas, tepat sasaran, dan tepat waktu,” ujar Fauzi.

Ia berharap belanja pemerintah yang efektif bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat, apalagi kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

APBN Bukan Cuma Urusan Orang Berdasi!

Fauzi juga mengingatkan kalau masyarakat perlu tahu ke mana uang negara mengalir.

Jangan sampai APBN cuma jadi bahan obrolan pejabat, sementara rakyat malah bingung anggarannya dipakai buat apa.

Menurutnya, masyarakat berhak memahami fungsi APBN sebagai instrumen untuk mendorong kesejahteraan.

Karena itu, DPR RI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sampai bupati dan wali kota perlu ikut turun tangan memberikan edukasi.

Jadi, rakyat nggak cuma dengar istilah APBN, tapi juga paham kenapa kondisi ekonomi dunia bisa memengaruhi keuangan negara.

Ekonomi Dunia Lagi Nggak Baik-Baik Aja!

Di tengah urusan anggaran, Fauzi juga menyoroti situasi global yang masih bikin waswas.

Mulai dari konflik geopolitik sampai naik-turunnya harga komoditas dunia. Bahkan, harga minyak mentah disebut menyentuh 102 dolar AS per barel.

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri buat ketahanan APBN.

Tapi, nggak semuanya kabar buruk.

Fauzi mengutip informasi pemerintah bahwa pertumbuhan pajak dan pendapatan negara mencapai 21,4 persen.

Ia berharap pertumbuhan tersebut bisa mendukung belanja pemerintah yang lebih berkualitas.

Nah, sekarang tinggal pembuktiannya.

Sebab, buat masyarakat, APBN bukan sekadar angka keren di atas kertas.

Yang ditunggu tentu dampak nyatanya: daya beli terjaga, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan kesejahteraan meningkat.

Jadi, bestie, menurut kalian duit negara udah benar-benar terasa manfaatnya, atau masih sebatas angka di layar?