Manusiasenayan.id – Kalau ada yang bilang politik cuma untuk mereka yang sejak awal aktif di partai, kisah Destita Khairilisani bisa jadi pengecualian yang menarik. Perempuan kelahiran Semarang, 9 Desember 1982 ini justru datang ke Senayan dengan bekal pengalaman panjang di dunia farmasi internasional dan aktivitas sosial yang dekat dengan masyarakat.

Nama Destita mulai banyak diperbincangkan setelah berhasil memenangkan kontestasi DPD RI dari Provinsi Bengkulu pada Pemilu 2024. Bukan sekadar lolos, ia bahkan menjadi peraih suara terbanyak kedua dari 12 kandidat DPD RI Bengkulu dengan dukungan 201.888 suara. Capaian itu mengantarkannya menjadi anggota DPD RI periode 2024–2029 sekaligus membawa mandat besar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bumi Rafflesia di tingkat nasional.

Lulusan Farmasi Universitas Indonesia ini sebenarnya sudah memiliki karier yang mapan jauh sebelum terjun ke dunia politik. Destita menghabiskan sebagian besar perjalanan profesionalnya di industri farmasi global. Berbagai posisi strategis pernah ia jalani, termasuk bekerja sama dengan lembaga internasional dan perusahaan farmasi multinasional.

Salah satu pengalaman yang cukup menarik terjadi sekitar 17 tahun lalu ketika ia terlibat dalam program bersama Japan International Cooperation Agency (JICA). Saat itu, Destita mengupayakan bantuan alat kesehatan dari Pemerintah Jepang agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bengkulu. Upaya tersebut berhasil diwujudkan melalui koordinasi dengan dinas kesehatan setempat. Bagi Destita, kontribusi terhadap Bengkulu ternyata sudah dimulai jauh sebelum dirinya menjadi senator.

Meski memiliki posisi yang menjanjikan di sektor swasta, panggilan untuk mengabdi kepada daerah leluhurnya ternyata lebih kuat. Ia mengambil keputusan besar yang tidak semua orang berani lakukan, yakni meninggalkan jabatan tinggi di perusahaan farmasi asal Amerika Serikat demi maju sebagai wakil Bengkulu di DPD RI.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, Destita juga aktif memimpin berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di Bengkulu. Pengalaman itu membuatnya memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Karena itu, isu yang menjadi perhatiannya tidak hanya terbatas pada kesehatan, tetapi juga mencakup perempuan dan anak, kepemudaan, pendidikan, ekonomi, keagamaan, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

Kini di DPD RI, Destita mengemban sejumlah tugas penting sebagai anggota Komite III DPD RI, Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD), dan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP). Melalui posisi tersebut, ia berupaya memastikan kepentingan daerah tetap mendapat ruang dalam proses legislasi dan pengambilan kebijakan nasional.

Di tengah dominasi politisi dengan latar belakang tradisional, sosok Destita Khairilisani menawarkan cerita yang berbeda. Dari laboratorium, ruang rapat perusahaan multinasional, hingga kursi senator, ia membuktikan bahwa pengabdian kepada daerah bisa lahir dari berbagai jalan. Dan bagi Bengkulu, kehadirannya menjadi harapan agar suara daerah semakin terdengar kuat di tingkat nasional.