Manusiasenayan.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekarang bisa dibilang udah cukup viral di tengah masyarakat. Banyak orang tahu program ini, tapi ternyata tahu aja belum tentu bikin percaya. Justru, tantangan terbesarnya sekarang adalah gimana caranya bikin masyarakat yakin kalau koperasi ini bukan sekadar proyek sesaat, tapi benar-benar bisa jadi mesin ekonomi desa dalam jangka panjang.

Hal itu disoroti Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto. Menurutnya, pemerintah sekarang nggak cukup cuma gencar ngenalin program. Yang jauh lebih penting adalah ngebuktiin kalau Kopdes Merah Putih punya bisnis yang sehat, pengelolaan yang rapi, dan bisa terus hidup tanpa bergantung pada seremoni peluncuran.

Data dari Survei Nasional SMRC Juli 2026 sebenarnya menunjukkan kabar baik. Sebanyak 76,9 persen masyarakat mengaku sudah tahu soal Program Kopdes Merah Putih. Artinya, sosialisasi pemerintah lumayan berhasil bikin nama program ini dikenal luas.

Tapi begitu masuk ke pertanyaan yang lebih penting, hasilnya malah bikin mikir.

Cuma sekitar 25 persen responden yang percaya koperasi ini bakal berkembang. Sisanya, sekitar 61,1 persen, mengaku masih ragu atau bahkan belum yakin kalau Kopdes Merah Putih bisa bertahan dan benar-benar membawa dampak buat ekonomi desa.

Buat Darmadi, angka itu adalah alarm. Menurutnya, masyarakat sekarang bukan cuma butuh brosur atau spanduk soal koperasi. Mereka pengen lihat hasil nyata. Mereka ingin tahu apakah koperasi ini benar-benar bisa jadi tempat usaha yang menghasilkan, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Yang lebih bikin perhatian lagi, tingkat optimisme publik justru mengalami penurunan dibanding survei sebelumnya. Kalau pada November tahun lalu masih ada sekitar 43,3 persen masyarakat yang yakin Kopdes Merah Putih bakal berkembang, sekarang angkanya tinggal sekitar 26 persen.

Artinya, pekerjaan pemerintah belum selesai. Darmadi mengingatkan, membangun koperasi itu bukan cuma soal mendirikan bangunan atau meresmikan kantor baru. Yang jauh lebih penting adalah memastikan koperasi punya model bisnis yang jelas, pengurus yang profesional, dan usaha yang benar-benar jalan.

Ia juga mengingatkan pemerintah supaya jangan sampai terlalu sibuk ngejar target 80 ribu koperasi sampai lupa memastikan kualitasnya.

Jangan sampai kita sibuk mengejar angka, tapi lupa memastikan apakah koperasi itu benar-benar siap hidup dan berkembang,” tegasnya.

Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut, keberhasilan Kopdes Merah Putih nantinya bukan diukur dari berapa banyak koperasi yang berdiri, melainkan dari berapa banyak koperasi yang benar-benar bertahan, menghasilkan keuntungan, dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Karena itu, Darmadi meminta pemerintah mulai fokus memperkuat kelembagaan, memperbaiki tata kelola, menyusun model usaha yang realistis, sekaligus membangun kepercayaan publik. Soalnya, kalau masyarakat sudah percaya, koperasi bukan cuma jadi program pemerintah, tapi bisa tumbuh jadi rumah ekonomi warga desa yang manfaatnya benar-benar terasa.