Manusiasenayan.id – Masuk parlemen bukan berarti harus lahir dari keluarga politik atau langsung terjun ke partai. Ada juga legislator yang perjalanan awalnya justru ditempa lewat organisasi mahasiswa. Dari ruang diskusi, belajar memimpin, sampai menyuarakan aspirasi, pengalaman itu kemudian dibawa ke dunia politik.
Nah, kali ini kita kenalan dengan tiga nama yang punya cerita tersebut: Bambang Wuryanto, Johan Rosihan, dan Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Mereka punya jalur berbeda, tapi sama-sama pernah aktif dalam organisasi sebelum akhirnya berkiprah di parlemen.
Bambang Wuryanto: Dari Aktivis Kampus, Lanjut ke Senayan
Sebelum dikenal sebagai politisi senior, Bambang Wuryanto ternyata punya cerita dari dunia aktivisme kampus. Dalam profil resmi MPR RI, ia tercatat pernah menjadi Ketua Komisariat GMNI Fakultas Teknik UGM pada 1981–1983.
Setelah masa kampus, langkah Bambang terus berkembang. Ia aktif dalam berbagai organisasi dan kemudian masuk ke dunia politik. Kariernya di DPR RI dimulai pada 2004, lalu berlanjut di sejumlah komisi dan posisi pimpinan, termasuk Wakil Ketua Komisi I, Wakil Ketua Komisi VII, hingga Ketua Komisi III.
Kini, Bambang berada di level berbeda. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR RI periode 2024–2029. Jadi, pengalaman organisasinya sejak masa kuliah ternyata bukan sekadar cerita nostalgia. Jejak itu ikut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya menuju Senayan.
Johan Rosihan: Aktivis Kampus → Legislator
Johan Rosihan juga punya cerita yang cukup dekat dengan dunia aktivisme mahasiswa. Profil resmi MPR RI mencatat Johan pernah menjadi Ketua KAMMI NTB dan Ketua IKPPME.
Jejak organisasinya ternyata cukup panjang. Dalam publikasi MPR RI, Johan juga tercatat pernah menjadi Wakil Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mataram, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Empang, hingga Ketua KAMMI NTB pada 2000–2002.
Setelah perjalanan panjang di daerah, Johan masuk ke parlemen. Ia pernah menjadi anggota DPRD NTB pada 2004–2019 sebelum kemudian duduk sebagai anggota DPR RI sejak 2019.
Pada periode 2024–2029, Johan kembali dipercaya menjadi anggota DPR RI dari Dapil NTB I. Dari ruang diskusi mahasiswa, kini ia ikut membahas berbagai persoalan publik dari ruang rapat parlemen.
Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz: Aktivis Perempuan Masuk Senayan
Kalau bicara aktivis perempuan yang kemudian masuk parlemen, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz punya rekam jejak organisasi yang menarik.
Dalam profil resmi MPR RI, Neng Eem tercatat pernah menjadi Ketua Umum KOPRI PB PMII pada 2007–2010. Setelah itu, ia juga aktif di PP Muslimat NU dan KOWANI.
Perjalanannya kemudian bersinggungan langsung dengan dunia parlemen. Sebelum menjadi legislator, Neng Eem pernah menjadi tenaga ahli anggota DPR RI Komisi IX pada 2009–2014. Ia kemudian menjadi anggota DPR RI/MPR RI pada periode 2014–2019.
Kini, Neng Eem kembali duduk sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Dapil Jawa Barat III.
Cerita Neng Eem menunjukkan bahwa aktivisme perempuan tidak berhenti di ruang organisasi. Pengalaman tersebut bisa terus dibawa ke ruang publik dan parlemen untuk ikut memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, tiga nama ini punya satu benang merah: aktivisme bisa jadi bekal menuju parlemen. Dari kampus, organisasi, belajar menyuarakan aspirasi, lalu ikut menentukan kebijakan di Senayan. Beda jalan, beda cerita, tapi sama-sama pernah merasakan dunia organisasi sebelum masuk ke politik nasional.
