Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politikus yang punya cerita comeback ke Senayan, nama Muhammad Hatta cukup menarik buat disimak.

Bukan karena baru muncul kemarin sore. Hatta sudah pernah duduk sebagai anggota DPR RI pada periode 2009–2014 dan 2014–2019. Setelah sempat tidak berada di parlemen pada periode 2019–2024, ia kembali terpilih lewat Pemilu 2024 dari Dapil Jawa Tengah V. Sekarang, Hatta duduk sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN.

Dari Dapil Jateng V, Balik Lagi ke Senayan

Secara administratif, Hatta tercatat sebagai anggota DPR dengan nomor A-510. Dapilnya tetap Jawa Tengah V.

Yang menarik, Hatta bukan cuma sekali mencicipi kursi parlemen. Ia sudah dua periode menjadi anggota DPR sebelum kembali pada periode 2024–2029. Di PAN, ia juga tercatat sebagai Ketua Departemen Pemenangan Pemilu DPP PAN.

Jadi, kalau ada yang bilang politik itu soal konsistensi, perjalanan Hatta lumayan menggambarkan hal tersebut.

Sekarang Fokusnya Industri

Masuk Komisi VII, Hatta cukup sering bicara soal persoalan industri dan pelaku usaha.

Salah satu isu yang baru-baru ini ia soroti adalah soal SNI. Dalam kunjungan kerja Komisi VII ke Surabaya pada September 2026, Hatta menemukan bahwa pelaku Industri Kecil dan Menengah atau IKM masih kesulitan mendapatkan fasilitas pengujian untuk memenuhi standar nasional.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membuat aturan. IKM juga butuh supporting system supaya bisa naik kelas dan bersaing.

Ini nyambung dengan isu lain yang pernah ia bawa, mulai dari perlindungan industri nasional, produk ilegal, sampai kebijakan yang berdampak terhadap UMKM.

Pariwisata Juga Masuk Radar

Hatta ternyata tidak cuma berkutat di urusan pabrik dan industri.

Desa wisata juga pernah menjadi perhatiannya. Pada 2025, ia mendorong dukungan pendanaan negara untuk mengembangkan desa wisata. Menurut Hatta, desa wisata yang berkembang bisa ikut menggerakkan UMKM dan ekonomi masyarakat.

Bahkan ia mencontohkan satu desa di Klaten yang menurutnya mampu menghasilkan sekitar Rp12 miliar dari aktivitas wisata.

Buat Hatta, wisata bukan sekadar soal foto-foto dan liburan. Ada rantai ekonomi yang bisa ikut bergerak di belakangnya.

Jadi, Hatta Mau Dibawa ke Mana?

Kalau ditarik benang merahnya, isu yang dibawa Hatta cukup konsisten: industri, UMKM, standardisasi, pariwisata, dan ekonomi daerah.

Di Komisi VII, ia punya ruang untuk mendorong isu-isu tersebut lewat fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Apakah semua gagasannya bakal berujung jadi kebijakan? Nah, ini bagian yang masih harus dilihat. Karena di Senayan, menyampaikan aspirasi adalah satu hal. Mengubahnya menjadi kebijakan yang benar-benar terasa di lapangan adalah cerita yang berbeda.

Yang jelas, Muhammad Hatta sudah kembali ke arena.

Dan kali ini, kursinya bukan sekadar buat duduk.