Manusiasenayan.id – Kalau melihat perjalanan Evita Nursanty, jalurnya bisa dibilang cukup berliku. Sebelum sibuk dengan urusan legislasi di Senayan, Evita sudah lama malang melintang di dunia profesional, khususnya bisnis, perhotelan, dan industri event.

Perempuan yang lahir di Pariaman ini menempuh pendidikan dasar di SDN 8 Pariaman pada 1966-1972, kemudian melanjutkan ke SMPN I Pariaman. Pendidikan SMA ditempuh di SMA Xaverius I Palembang dengan jurusan IPS.

Perjalanannya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Pada 1982-1984, Evita belajar General Business di Cabrillo College, California. Setelah itu, ia kembali melanjutkan pendidikan di Indonesia, antara lain di Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Padjadjaran.

Karier profesionalnya juga tidak kalah panjang. Evita pernah bekerja di sejumlah hotel besar, mulai dari Bali Hyatt Hotel, Hilton Hotel Jakarta, hingga Mandarin Oriental Jakarta. Di Mandarin Oriental, ia dipercaya sebagai Business Center Manager pada 1987-1991.

Setelah pengalaman di industri perhotelan, Evita masuk lebih jauh ke dunia bisnis. Selama 1991-2009, ia menjabat Managing Director PT Royalindo Exspoduta. Ia juga tercatat pernah menjadi direktur Event Pro di Perth, Australia, Rose Bank Asset di Perth, serta Direktur Utama PT Infransindo International.

Pengalaman di dunia bisnis tersebut kemudian bertemu dengan aktivitas organisasinya. Evita aktif di INCCA/AKKIND dan KADIN. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Bidang Dana, Wakil Ketua Bidang Operasional, hingga Wakil Ketua Umum INCCA/AKKINDO.

Dari dunia profesional dan organisasi, langkah Evita akhirnya masuk ke politik nasional. Ia menjadi anggota DPR RI sejak 2014 dan pernah duduk di Komisi I DPR RI periode 2014-2019. Pada periode berikutnya, ia kembali dipercaya sebagai anggota DPR RI.

Kini, Evita tercatat sebagai anggota Komisi VII DPR RI. Komisi ini menangani sejumlah isu strategis, termasuk perindustrian, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, serta penyiaran dan media publik.

Ia juga tercatat di Badan Legislasi DPR RI.

Yang bikin profil Evita menarik bukan cuma posisinya sekarang. Jejaknya menunjukkan perpindahan lintas dunia yang cukup lebar, dari sekretaris eksekutif, hotel, bisnis, organisasi pengusaha, lalu masuk ke parlemen.

Dengan pengalaman tersebut, Evita membawa perspektif yang tidak hanya datang dari ruang politik. Ada pengalaman mengelola bisnis, berhadapan dengan industri, membangun jaringan organisasi, dan kemudian menerjemahkannya ke arena kebijakan publik.

Jadi, kalau biasanya orang mengenal politisi dari jabatan terakhirnya, perjalanan Evita justru lebih menarik kalau dilihat dari titik awalnya. Dari meja kerja perusahaan dan hotel, ia akhirnya sampai di meja rapat Senayan.