Manusiasenayan.id – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar beberapa hari terakhir bikin jalanan makin ramai. Banyak yang langsung menduga stok BBM lagi seret. Tapi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia punya penjelasan lain.

Bahlil memastikan antrean panjang itu bukan karena BBM langka. Katanya, stok BBM nasional masih aman. Cadangan nasional bahkan masih berada di atas batas minimum, yakni sekitar 20 hari.

Terus, kalau stok aman, kenapa SPBU malah penuh antrean?

Bahlil menyebut salah satu pemicunya adalah fenomena shifting. Sederhananya, masyarakat yang sebelumnya biasa memakai BBM nonsubsidi mulai pindah ke BBM subsidi.

Pemicunya tidak jauh-jauh dari harga. Selisih harga BBM nonsubsidi dan subsidi yang cukup tinggi membuat sebagian masyarakat memilih beralih ke BBM subsidi.

“Masalahnya sekarang, banyak orang awalnya tidak memakai subsidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” ujar Bahlil dalam Talkshow Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Bahlil mengaku sudah mengecek langsung persoalan tersebut. Menurutnya, kalau cadangan BBM nasional masih aman sampai sekitar 20 hari, antrean panjang seharusnya tidak terjadi hanya karena stok.

Tapi ternyata ada persoalan lain yang ikut bikin situasi makin runyam.

Bahlil mengungkap dugaan adanya kendaraan yang dimodifikasi supaya bisa menampung BBM subsidi dalam jumlah jumbo. Ia bahkan meminta bantuan Kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

Menurut Bahlil, ada kendaraan seperti Pajero dan truk yang diduga menggunakan tangki berkapasitas sangat besar. Kapasitasnya disebut bisa mencapai 700 liter bahkan 1 ton.

Kondisi seperti ini, kata Bahlil, jelas bikin distribusi BBM subsidi makin tidak beres.

“Dalam hati saya ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi, Bos,” kata Bahlil.

Belum selesai. Bahlil juga menyinggung dugaan antrean yang sengaja dibuat.

Ia menyebut ada motor dan mobil yang sebenarnya tangki BBM-nya belum kosong, tetapi sudah ikut mengantre di SPBU. Pengisian yang dilakukan pun tidak selalu banyak. Ada yang hanya mengisi 10 liter, 15 liter, sampai 20 liter.

Bahlil menilai kondisi tersebut perlu ditangani bersama. Apalagi jika benar ada kendaraan dengan tangki modifikasi yang menyedot BBM subsidi dalam jumlah besar.

Jadi, persoalan antrean BBM di Makassar bukan sekadar soal stok. Ada pergeseran pengguna BBM, dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, hingga indikasi antrean yang sengaja dilakukan. Pemerintah pun diminta memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran.