Manusiasenayan.id – Wacana pendidikan gratis sampai perguruan tinggi negeri (PTN) memang kedengarannya menarik. Siapa juga yang nggak mau kuliah tanpa mikirin biaya? Tapi menurut Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo, ada satu hal yang nggak boleh dilewatin: negara harus benar-benar punya duit yang cukup buat menjalankannya.

Bramantyo menyambut positif rencana pendidikan gratis yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini bisa jadi langkah bagus buat bikin akses pendidikan makin terbuka. Tapi jangan sampai baru semangat di awal, lalu di tengah jalan anggarannya keteteran.

Pemerintah sendiri pada 23 September 2026 sudah membahas opsi pelaksanaan dan kebutuhan biaya untuk program tersebut. Pembahasannya mempertimbangkan tahapan pelaksanaan sekaligus kemampuan fiskal negara.

“Ya, kami menyambut baik apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo untuk menyelenggarakan pendidikan yang gratis kepada masyarakat. Tentunya hal ini perlu dikaji secara mendasar, meluas. Apakah kekuatan fiskal kita mencukupi untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut,” ujar Bramantyo di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok, Kamis (24/9/2026).

Buat Bramantyo, urusan pendidikan juga nggak cukup cuma soal “gratis”. Akses memang penting, tapi kualitas jangan sampai ikut turun.

Soalnya percuma kalau makin banyak orang bisa masuk pendidikan, tapi kualitas pembelajarannya nggak ikut naik. Karena itu, pemerintah juga perlu memastikan guru, dosen, dan tenaga kependidikan punya kualitas yang mumpuni.

“Karena menurut kami salah satu poin untuk pendidikan adalah bagaimana kita bisa menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang ditopang oleh guru-guru, dosen-dosen, ataupun tenaga pendidikan yang berkualitas,” tutur legislator Fraksi Demokrat tersebut.

Bramantyo yang berasal dari Dapil Jawa Tengah VI ini melihat pendidikan gratis sebagai langkah positif untuk memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pendidikan. Namun, program tersebut harus punya perhitungan yang jelas, terutama soal biaya dan keberlanjutannya.

Intinya, kata Bramantyo, jangan sampai kata “gratis” cuma jadi fokus utama. Pemerintah tetap harus memastikan pendidikan yang diberikan punya kualitas dan bisa terus berjalan.

“Jadi kami harapkan bahwa ide ini adalah satu step yang baik untuk menunjukkan bahwa kemampuan negara untuk menyelenggarakan pendidikan, tapi di sisi lain harus kita pastikan bersama keuangan kita cukup untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.