Dunia politik nggak selalu jadi titik awal perjalanan seorang legislator. Ada yang lebih dulu berkecimpung di dunia musik, ada yang membangun kiprah lewat kegiatan sosial, dan ada pula yang punya pengalaman di luar jalur politik konvensional. Bramantyo Suwondo, Once Mekel, dan Gamal Albinsaid punya latar belakang berbeda sebelum menjalankan peran di DPR RI.

Bramantyo Suwondo: Dari Musik Punk ke Kursi DPR

Siapa bilang jalan menuju Senayan harus dimulai dari dunia politik? Bramantyo Suwondo punya cerita yang beda. Sebelum dikenal sebagai legislator, ia punya ketertarikan pada musik punk, aliran musik yang lekat dengan semangat kebebasan dan ekspresi diri.

Kisah ini pernah diangkat TVR Parlemen lewat program Beranda Ami berjudul “Dari Musik Punk ke Kursi DPR! Perjalanan Tak Biasa Mas Bramantyo”. Dalam program tersebut, Bramantyo berbagi cerita tentang perjalanan hidup, idealisme, dan perannya di parlemen.

Bukan cuma soal musik, Bramantyo juga punya latar belakang pendidikan hubungan internasional. Ia menempuh pendidikan di Monash University, Australia, dan menyelesaikan studi magister pada 2017. Sebelum menjalani periode DPR 2024-2029, ia juga pernah terlibat dalam kegiatan organisasi dan politik.

Kini, Bramantyo menjalankan tugas sebagai anggota Komisi X DPR RI. Komisi ini membidangi sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, hingga ekonomi kreatif.

Perjalanannya memperlihatkan bahwa seseorang bisa punya minat dan pengalaman yang beragam sebelum masuk ke dunia politik. Dari musik punk sampai ruang rapat parlemen, ada banyak sisi yang bisa dikulik dari sosok Bramantyo.

Tapi, perjalanan yang unik tentu bukan satu-satunya ukuran. Publik juga perlu melihat bagaimana ia menjalankan tugas dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Once Mekel: Dari Panggung Musik ke Parlemen

Kalau mendengar nama Once Mekel, banyak orang mungkin langsung teringat lagu-lagu yang pernah ia bawakan bersama Dewa 19. Namun, sejak 2024, ada panggung baru yang ia jalani, yaitu DPR RI.

Once resmi menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan untuk Dapil DKI Jakarta II pada periode 2024-2029. Peralihan dari dunia hiburan ke parlemen membuat pengalaman panjangnya sebagai musisi punya konteks baru.

Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah hak cipta. Buat musisi dan pencipta lagu, hak atas karya bukan perkara sepele. Ada soal penghargaan terhadap kreativitas, penggunaan karya, hingga perlindungan di tengah perkembangan teknologi.

Pada Oktober 2024, Once menyampaikan kepada Parlementaria bahwa regulasi hak cipta perlu diperbarui agar bisa mengakomodasi kepentingan pencipta maupun pengguna karya. Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang mulai memengaruhi industri kreatif.

Perhatiannya terhadap isu tersebut berlanjut. Pada Maret 2026, Once terlibat dalam pembahasan harmonisasi RUU tentang Perubahan atas UU Hak Cipta di Badan Legislasi DPR RI. Pembahasan ini menjadi bagian dari proses penyusunan regulasi yang berkaitan dengan perlindungan karya dan perkembangan industri kreatif.

Dari panggung musik ke ruang pembahasan undang-undang, Once kini menjalankan peran yang berbeda. Pengalamannya sebagai musisi memberi konteks tersendiri saat ia membahas persoalan yang dihadapi pekerja kreatif.

Tentu, perhatian terhadap suatu isu perlu dibarengi hasil kerja yang bisa dinilai publik. Menarik untuk melihat bagaimana pengalaman Once di dunia musik diterjemahkan menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi para pelaku industri kreatif.

Gamal Albinsaid: Dari Aksi Sosial ke Kursi Legislator

Sebelum terjun ke politik, Gamal Albinsaid sudah aktif menggarap persoalan kesehatan dan pendidikan. Dokter yang kini menjadi anggota DPR RI ini punya pengalaman menjalankan program sosial, termasuk inisiatif yang membantu pelajar mendapatkan akses pendidikan.

Salah satunya adalah Malang Cerdas, program yang ia kembangkan untuk membantu anak-anak sekolah meraih kesempatan belajar. Dalam profil anggota baru DPR RI yang diterbitkan Parlementaria pada 2024, Gamal menyebut program tersebut telah menyalurkan 4.527 beasiswa kepada pelajar.

Pengalamannya di bidang pendidikan juga tidak berhenti pada pemberian beasiswa. Dalam profil yang sama, Gamal menceritakan bahwa ia telah mengunjungi 270 sekolah dalam satu setengah tahun untuk melihat persoalan pendidikan secara langsung. Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah kesejahteraan guru.

Pada periode DPR RI 2024-2029, Gamal terpilih mewakili Dapil Jawa Timur V, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Ia kemudian membawa perhatian terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat ke ruang politik formal.

Perjalanan Gamal menarik karena kiprahnya di bidang sosial sudah dimulai sebelum masuk parlemen. Ia punya pengalaman mengembangkan program dan melihat persoalan di lapangan, bukan hanya membahas isu dari kejauhan.

Namun, pengalaman sosial sebelum menjadi legislator tetap perlu dibedakan dari hasil kerjanya setelah masuk DPR. Keduanya penting untuk melihat bagaimana gagasan dan pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang bisa dirasakan masyarakat.

Dari program beasiswa hingga kursi legislator, kisah Gamal memperlihatkan salah satu jalur menuju politik. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa pengalaman dan gagasan yang dibawa ke Senayan bisa berkontribusi pada penyelesaian persoalan pendidikan dan sosial.