Manusiasenayan.id – Empat senator, empat cerita, dan satu provinsi yang mereka wakili. Dari Ahmad Nawardi yang punya pengalaman jurnalistik, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang lekat dengan dunia sepak bola, Lia Istifhama yang aktif di organisasi sosial, sampai Kondang Kusumaning Ayu yang mencuri perhatian pada Pemilu 2024. Yuk, kenalan lebih dekat sama mereka!

Ahmad Nawardi: Dari Dunia Jurnalistik ke Senayan

Sebelum duduk di kursi senator, Ahmad Nawardi lebih dulu punya pengalaman di dunia jurnalistik. Ia juga pernah berkiprah di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Perjalanan ini jadi bagian menarik dari profilnya sebelum kembali mewakili masyarakat Jawa Timur di DPD RI.

Pada Pemilu 2024, Nawardi meraih 3.281.105 suara, sekaligus menempati peringkat pertama perolehan suara calon DPD RI di Jawa Timur. Ia pun kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Nawardi juga pernah menyoroti isu masyarakat kecil. Salah satunya saat ia mengapresiasi pidato Presiden yang dinilainya tegas dan konkret dalam memihak wong cilik. Menarik buat ditelusuri, bagaimana pengalaman jurnalistik dan kiprah politiknya berhubungan dengan aspirasi yang ia bawa ke Senayan?

La Nyalla Mahmud Mattalitti: Dari Sepak Bola ke Parlemen

Kalau ngomongin La Nyalla Mahmud Mattalitti, rekam jejaknya nggak cuma berkaitan dengan politik. Ia juga punya pengalaman di dunia organisasi olahraga, terutama sepak bola nasional. La Nyalla pernah memimpin PSSI pada 2015–2016 dan kemudian menjabat Ketua DPD RI periode 2019–2024.

Pada Pemilu 2024, La Nyalla kembali mendapatkan kursi senator dari Jawa Timur dengan raihan 3.132.076 suara, menempati peringkat kedua di provinsi tersebut.

Perjalanannya dari dunia usaha dan olahraga menuju parlemen jadi sisi yang menarik untuk dikulik. Pengalaman memimpin organisasi nasional juga menjadi bagian dari rekam jejaknya. Namun, untuk melihat kiprahnya sebagai senator, publik tetap perlu menelusuri pernyataan, kegiatan, dan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan daerah.

Lia Istifhama: Aktif di Dunia Sosial, Kini Wakili Daerah

Lia Istifhama punya latar belakang yang cukup beragam. Ia dikenal sebagai aktivis sosial dan memiliki pengalaman di bidang akademik, kepenulisan, advokasi, serta musik. Ia juga pernah aktif di sejumlah organisasi, termasuk Fatayat NU Jawa Timur, MUI Jawa Timur, dan HKTI Jawa Timur.

Pada Pemilu 2024, Lia meraih 2.739.123 suara dan menempati peringkat ketiga perolehan suara DPD RI di Jawa Timur. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi senator periode 2024–2029.

Perjalanan dari aktivitas sosial dan organisasi menuju lembaga perwakilan daerah jadi bagian yang menarik buat dibahas. Pengalamannya di berbagai bidang bisa menjadi titik awal untuk mengenal kiprahnya. Namun, isu yang benar-benar menjadi fokus kerjanya tetap perlu dilihat dari kegiatan dan pernyataan resminya, bukan sekadar menebak berdasarkan latar belakang.

Kondang Kusumaning Ayu: Pendatang Baru yang Tembus Empat Besar

Nama Kondang Kusumaning Ayu ikut mencuri perhatian dalam Pemilu 2024. Berbeda dari senator petahana yang kembali maju, Kondang hadir sebagai pendatang baru dalam kontestasi DPD RI dari Jawa Timur.

Hasil akhirnya cukup mencolok. Kondang meraih 2.542.036 suara dan menempati peringkat keempat. Perolehan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu dari empat senator terpilih yang mewakili Jawa Timur pada periode 2024–2029.

Perjalanannya menarik untuk diikuti, terutama dari sisi bagaimana seorang pendatang baru bisa memperoleh dukungan pemilih dalam jumlah besar. Meski begitu, angka suara saja belum cukup untuk menjelaskan alasan masyarakat memilihnya. Kiprah Kondang setelah terpilih perlu dilihat melalui kegiatan kelembagaan, pernyataan publik, dan aspirasi daerah yang benar-benar ia sampaikan.