Manusiasenayan.id – Bengkulu punya empat wakil di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan cerita yang beda-beda. Ada yang punya pengalaman di dunia bisnis, industri farmasi, sampai pemerintahan. Mereka adalah Elisa Ermasari, Destita Khairilisani, Sultan B. Najamudin, dan Leni Haryati John Latief.

Keempatnya terpilih sebagai senator untuk periode 2024–2029. Nah, daripada cuma hafal nama dan wajahnya, yuk kenalan lebih dekat dengan perjalanan mereka sebelum dan sesudah duduk di Senayan!

Elisa Ermasari: Dari Dunia Bisnis, Gaspol ke Senayan!

Elisa Ermasari, S.Mn., lahir di Kota Bengkulu pada 3 Agustus 1993. Sebelum masuk dunia politik, Elisa lebih dulu punya pengalaman di dunia bisnis. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2014 dan pernah menjabat sebagai direktur di sejumlah perusahaan.

Nggak cuma berkutat di perusahaan, Elisa juga aktif di organisasi dunia usaha, seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Pengalaman ini jadi bagian menarik dari perjalanan Elisa. Dari mengurus bisnis dan aktif berorganisasi, kini ia punya tanggung jawab baru sebagai wakil daerah di DPD RI.

Tentu, tantangannya bukan cuma membawa pengalaman profesional ke Senayan. Elisa juga perlu menunjukkan bagaimana aspirasi masyarakat Bengkulu bisa diperjuangkan lewat kerja nyata. Sebab, jadi senator bukan cuma soal jabatan, tetapi juga soal tanggung jawab kepada pemilih.

Destita Khairilisani: Dari Industri Farmasi, Kini Bawa Aspirasi!

Kalau Elisa punya cerita dari dunia bisnis, Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., datang dengan pengalaman di bidang farmasi. Perempuan yang lahir di Semarang pada 9 Desember 1982 ini pernah berkarier di perusahaan farmasi internasional sebelum memilih jalan pengabdian lewat DPD RI.

Ada satu cerita menarik dari perjalanan Destita. Saat bekerja dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), ia pernah mengupayakan bantuan alat kesehatan dari Jepang untuk masyarakat Bengkulu melalui dinas kesehatan.

Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam isu kesehatan bahkan sebelum menjadi senator. Nggak heran kalau kesehatan menjadi salah satu bidang yang dekat dengan perjalanan profesionalnya.

Selain kesehatan, Destita juga menaruh perhatian pada isu perempuan, anak, pendidikan, kepemudaan, ekonomi, dan persoalan sosial lainnya.

Sekarang, menarik untuk melihat bagaimana pengalaman di industri farmasi bisa diterjemahkan menjadi perjuangan di parlemen. Pengalaman profesional bisa jadi modal penting, tetapi dampaknya bagi masyarakat tetap perlu dikawal.

Sultan B. Najamudin: Pernah Jadi Wagub, Sekarang Pimpin DPD RI!

Sultan B. Najamudin, S.Sos., M.Si., lahir di Anggut pada 11 Mei 1979. Perjalanan politiknya sudah melewati beberapa level pemerintahan, mulai dari daerah hingga tingkat nasional.

Sultan pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya di DPD RI dan menjadi Wakil Ketua III pada periode 2019–2024.

Perjalanannya berlanjut setelah Pemilu 2024. Sultan kembali terpilih sebagai senator Bengkulu dan dipercaya menduduki posisi Ketua DPD RI periode 2024–2029.

Posisi ini membuat tanggung jawabnya makin besar. Sebagai pimpinan lembaga yang mewakili kepentingan daerah, Sultan punya peran penting dalam memimpin jalannya organisasi dan memperkuat perhatian terhadap aspirasi daerah.

Dari kantor pemerintahan daerah sampai kursi pimpinan DPD RI, perjalanan Sultan cukup panjang. Namun, pengalaman dan jabatan saja tentu bukan akhir cerita. Publik juga perlu melihat bagaimana lembaga yang dipimpinnya membawa kepentingan daerah ke tingkat nasional.

Leni Haryati John Latief: Satu Lagi Wakil Bengkulu yang Perlu Kamu Kenal!

Nama berikutnya adalah Hj. Leni Haryati John Latief, S.E., M.Si. Ia terpilih sebagai anggota DPD RI dari Bengkulu untuk periode 2024–2029.

Berdasarkan data yang digunakan dalam materi ini, Leni meraih 97.966 suara pada Pemilu 2024. Angka tersebut menjadi bagian dari mandat yang diberikan pemilih kepadanya.

Meski informasi mengenai perjalanan pendidikan, karier, dan organisasinya masih perlu ditelusuri lebih lanjut, perannya sebagai senator tetap menarik untuk diikuti.

Sebab, menjadi wakil daerah bukan cuma soal berhasil mendapatkan suara. Setelah terpilih, ada tanggung jawab untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat, membawa persoalan daerah ke tingkat nasional, dan ikut mengawal solusi yang dibutuhkan.

Karena itu, rekam jejak Leni ke depan juga penting untuk dipantau. Masyarakat berhak tahu isu apa yang diperjuangkan dan bagaimana perkembangannya.

Empat Senator, Empat Cerita, Satu Amanah!

Elisa, Destita, Sultan, dan Leni punya latar belakang yang nggak sama. Ada pengalaman bisnis, industri farmasi, hingga pemerintahan. Namun, semuanya bertemu dalam satu tugas besar: membawa aspirasi masyarakat Bengkulu ke tingkat nasional.

Sekarang, giliran masyarakat ikut mengawal kerja mereka. Nggak harus menunggu isu besar viral dulu untuk peduli pada daerah sendiri.

Menurut kamu, apa yang paling mendesak diperjuangkan senator Bengkulu saat ini: kesehatan, pendidikan, ekonomi, atau pembangunan daerah? Tulis pendapatmu di kolom komentar!