Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin Iman Adinugraha, perjalanan menuju Senayan jelas bukan jalan yang baru dibuka kemarin. Sebelum duduk sebagai anggota DPR RI, politikus Partai Demokrat ini sudah cukup lama berkutat dengan politik daerah, dunia usaha, sampai berbagai aktivitas organisasi di Sukabumi.

Iman lahir di Sukabumi pada 23 Agustus 1972. Ia menghabiskan masa sekolahnya di Pelabuhanratu, mulai dari SDN 01 Pelabuhanratu, SMPN 01 Pelabuhanratu, hingga SMAN 01 Pelabuhanratu. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di bidang Akuntansi di Universitas Teknologi Jogjakarta. Data resmi MPR mencatat ia menyelesaikan pendidikan Akuntansi di Akademi Teknologi Yogyakarta pada 1995.

Sebelum masuk parlemen nasional, Iman sudah punya pengalaman panjang di politik daerah. Ia tercatat menjadi anggota DPRD Kabupaten Sukabumi pada periode 2004-2009 dan kembali menjabat pada 2009-2014. Dalam data Fraksi Demokrat, riwayat politiknya juga tercatat panjang di tingkat daerah sebelum akhirnya maju ke DPR RI.

Bukan cuma politik, Iman juga punya pengalaman di dunia usaha. Namanya tercatat pernah menjadi pemilik RM Dapoer Muara dan Teras Muara Cafe & Resto. Ia juga pernah menjadi direktur utama perusahaan serta advisor di PT WWI. Ada pula Resort Bukit Muara Cibodas yang tercatat sebagai salah satu usaha yang ia miliki.

Di organisasi, Iman pernah aktif sebagai Ketua KNPI Pelabuhanratu. Ia juga memiliki perjalanan politik di PAN sebelum kemudian bergabung dengan Partai Demokrat. Sejak 2023, ia tercatat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi.

Langkah ke Senayan datang pada Pemilu 2024. Iman terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat IV, yang mencakup Kabupaten dan Kota Sukabumi, dengan perolehan 67.885 suara. Kini ia duduk di Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

Komisi VII sendiri berkaitan dengan sejumlah isu seperti perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta bidang lain sesuai pembagian tugas DPR pada periode berjalan.

Isu yang dibawa Iman juga cukup dekat dengan kehidupan warga Sukabumi. Pada April 2025, misalnya, ia menyoroti praktik pungutan terhadap calon pekerja di pabrik. Ia menyebut ada calon pekerja yang diminta membayar mulai dari Rp3 juta hingga Rp30 juta agar bisa mendapatkan pekerjaan.

Sektor pariwisata daerah juga menjadi perhatian. Iman mendorong potensi wisata Sukabumi, mulai dari pantai hingga wisata alam, agar bisa ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Jadi, perjalanan Iman cukup beragam. Dari politik daerah, dunia usaha, organisasi, sampai akhirnya membawa suara Sukabumi ke Senayan. Sekarang, pengalaman tersebut ia bawa ke meja kerja Komisi VII DPR RI.