Manusiasenayan.id – Punya BTS tapi sinyalnya sering hilang? Buat masyarakat di wilayah blank spot, kondisi kayak gini jelas bikin ribet. Karena itu, pembangunan infrastruktur digital di Jawa Tengah diminta jangan berhenti cuma sampai BTS berdiri.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto meminta BAKTI Komdigi memastikan konektivitas digital di Jawa Tengah bisa terus berjalan dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Pesan ini disampaikan Anton saat Komisi I DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke BAKTI Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026).

Menurut Anton, targetnya bukan cuma mengurangi wilayah blank spot. Setelah jaringan tersedia, pemerintah juga perlu memastikan layanan tetap hidup dalam jangka panjang.

“Intinya tidak boleh ada daerah yang blank spot di Jawa Tengah. Tidak cuma itu, BAKTI juga harus memastikan keberlanjutannya bagaimana,” ujar Anton kepada Parlementaria.

Nah, di sinilah persoalannya. BTS nggak bisa jalan sendirian. Infrastruktur tersebut butuh listrik, pemeliharaan, dan sumber daya manusia yang siap mengelolanya.

“Percuma ada BTS tapi tidak ada listriknya,” kata Anton.

Karena itu, Anton mendorong adanya cost sharing antara BAKTI dan pemerintah daerah. Pemda bisa ikut menopang keberlanjutan jaringan, misalnya lewat penyediaan lahan, dukungan listrik, sampai sumber daya manusia.

Buat masyarakat, koneksi internet bukan lagi sekadar soal bisa buka media sosial. Internet juga sudah masuk ke urusan jualan, kerja, dan ekonomi sehari-hari.

Anton mencontohkan pelaku usaha yang sekarang bisa membuka toko online lewat platform digital. Dengan internet, toko bisa tetap menerima pesanan kapan saja.

“Sekarang cukup buka Tokopedia, kita bisa punya toko 24 jam buka. Tapi kalau tidak ada internetnya, blank spot, bagaimana kita mau jualan,” jelasnya.

Gangguan jaringan atau downtime juga nggak boleh dibiarkan terlalu lama. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari persoalan listrik sampai pemeliharaan infrastruktur.

Solusinya pun perlu menyesuaikan kondisi lapangan. BAKTI bisa menggunakan teknologi seperti satelit maupun fiber optik agar layanan tetap berjalan.

“Intinya jangan sampai terlalu lama masyarakat tidak ada sinyal,” tegas Anton.

Komisi I juga ingin pengawasan jaringan dibuat lebih gampang dipantau. Karena itu, mereka meminta akses terhadap dashboard yang bisa menunjukkan kondisi jaringan secara real time.

Lewat sistem ini, titik yang sedang down, koneksinya melambat, atau bahkan kembali blank spot bisa langsung terdeteksi dan ditindaklanjuti.

“Kami bisa memantau daerah mana saja yang down, atau lemot, atau bahkan blank spot. Kami punya datanya real time,” pungkasnya.

Intinya simpel: jangan cuma bangun BTS, terus selesai. Jaringannya harus tetap nyala, bisa dipakai, dan benar-benar membantu aktivitas masyarakat.