Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin anggota DPR RI, perjalanan menuju Senayan jelas nggak selalu instan. Ada yang berangkat dari organisasi, pemerintahan daerah, dunia usaha, sampai pengalaman panjang di partai. Salah satunya Selly Andriany Gantina, legislator PDI Perjuangan yang kini duduk di Komisi VIII DPR RI.

Selly punya perjalanan politik yang cukup panjang di Jawa Barat. Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia lebih dulu berkutat di pemerintahan daerah dan struktur PDI Perjuangan Jawa Barat.

Secara pendidikan, Selly merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bandung, mulai dari SDN 4 Sindanglaya, SMPN 4 Bandung, hingga SMAN 10 Bandung.

Dari DPRD Jawa Barat sampai Cirebon

Karier politik Selly mulai terlihat ketika ia menjadi anggota DPRD Jawa Barat pada periode 2004-2009. Setelah itu, ia kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2014 dan mendapat posisi sebagai Ketua Komisi B.

Pengalaman di parlemen daerah tersebut kemudian berlanjut ke pemerintahan Kabupaten Cirebon. Pada 2017-2018, Selly menjabat sebagai Wakil Bupati Cirebon. Setelah itu, ia juga tercatat menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cirebon.

Dari daerah, langkah Selly kemudian berlanjut ke tingkat nasional. Sejak 2019, ia menjadi anggota DPR RI. Dalam periode ini, ia ditempatkan di Komisi VIII DPR RI, yang punya ruang kerja cukup dekat dengan persoalan masyarakat sehari-hari.

Komisi VIII menangani sejumlah isu penting, seperti agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta kebencanaan. Jadi, urusannya bukan cuma rapat dan bikin kebijakan, tetapi juga mengawal bagaimana program pemerintah berdampak ke masyarakat.

Lama di organisasi, bukan pendatang baru

Jauh sebelum duduk di Senayan, Selly juga aktif dalam organisasi dan struktur PDI Perjuangan Jawa Barat.

Ia pernah menjadi Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat pada 1998-2010. Kemudian, pada 2010-2015, ia tercatat sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Aktivitas organisasinya juga nggak berhenti di partai. Selly pernah menjadi Wakil Ketua IPSI, terlibat dalam Karang Taruna Jawa Barat, serta menjadi Wakil Ketua HNSI Jawa Barat. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Maritim DPD PDI Perjuangan Jawa Barat pada 2015-2019.

Pengalaman panjang di organisasi ini memberi Selly rekam jejak yang cukup luas sebelum akhirnya menjalankan tugas sebagai legislator nasional.

Fokus pada isu sosial dan perlindungan warga

Sebagai anggota Komisi VIII, Selly terlibat dalam berbagai pembahasan terkait persoalan sosial. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ketepatan sasaran bantuan dan perlindungan masyarakat yang membutuhkan.

Pada 2026, Selly menyoroti persoalan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan tata kelola data sosial ekonomi. Menurutnya, pembenahan data penting supaya bantuan dan layanan pemerintah bisa diterima masyarakat yang memang berhak.

Isu perlindungan anak juga menjadi perhatian. Selly mendorong edukasi kepada anak dan generasi muda agar lebih memahami risiko kekerasan seksual sekaligus mengetahui cara melindungi diri.

Di parlemen, ia juga tercatat berada di Badan Legislasi (Baleg). Artinya, selain menjalankan tugas di komisi, Selly juga punya ruang kerja dalam pembahasan agenda legislasi nasional.

Perjalanannya dari DPRD Jawa Barat, pemerintahan Cirebon, hingga DPR RI menunjukkan satu pola yang cukup jelas. Selly membangun karier politiknya dari level daerah sebelum masuk ke panggung nasional.

Buat seorang legislator, pengalaman lapangan seperti ini tentu menjadi bekal ketika harus membaca persoalan masyarakat dari sudut pandang kebijakan nasional. Tinggal bagaimana pengalaman tersebut terus diterjemahkan menjadi kerja parlemen yang konkret dan bisa dirasakan warga.