Manusiasenayan.id – Dunia hukum ternyata nggak cuma soal ruang sidang dan pasal-pasal yang bikin dahi berkerut. Beberapa orang membawa pengalaman dari dunia hukum ke dunia politik, termasuk ke Senayan.
Tiga senator ini punya jalur yang beda. Ada yang pernah jadi hakim, ada yang punya pendidikan hukum, dan ada yang sekarang ikut mengawal isu daerah lewat kerja-kerja pengawasan DPD RI.
Kenalan yuk.
HABIB HAMID ABDULLAH
Dari Hakim, Balik Lagi ke Senayan
Kalau ngomongin pengalaman hukum, Habib Hamid Abdullah punya cerita yang lumayan panjang.
Sebelum duduk sebagai senator, ia berkarier sebagai PNS di Departemen Tenaga Kerja. Ia pernah menangani urusan pengawasan perburuhan di Kalimantan Selatan.
Nah, bagian menariknya ada di sini.
Habib Hamid pernah menjadi Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Palangkaraya pada 2006–2008. Jadi, pengalamannya di dunia hukum bukan sekadar belajar teori. Ia pernah terlibat langsung dalam lingkungan peradilan hubungan industrial.
Setelah itu, jalurnya lanjut ke DPD RI. Ia menjadi senator dari Kalimantan Selatan sejak 2009 dan kembali terpilih sampai periode sekarang, 2024–2029.
Jadi kalau dirangkum:
PNS ketenagakerjaan → Hakim Ad Hoc → Senator.
Lumayan panjang juga perjalanan dari urusan perburuhan sampai membawa aspirasi daerah ke Senayan.
YULIANUS HENOCK SUMUAL
Latar Hukum, Sekarang Kawal Isu Daerah
Kalau Yulianus Henock Sumual, ceritanya sedikit beda.
Ia punya latar pendidikan hukum. Yulianus menyelesaikan S1 Hukum pada 2006 di Universitas Putra Bangsa Surabaya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di bidang lain sampai meraih gelar doktor.
Pada Pemilu 2024, Yulianus terpilih sebagai senator dari Kalimantan Timur dengan 140.044 suara. Sekarang ia menjalani masa jabatan DPD RI 2024–2029.
Yang menarik, latar hukum tersebut bertemu dengan kerja pengawasan di DPD. Yulianus pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Publik DPD RI. Bahkan pada September 2026, ia masih memimpin kunjungan kerja BAP dalam pembahasan tindak lanjut pemeriksaan BPK.
Jadi, ilmu hukum yang dipelajari sejak kuliah sekarang ketemu dengan kerja nyata di Senayan.
NOVITA ANAKOTTA
Anak Hukum yang Lama di Senayan
Novita Anakotta juga punya hubungan yang cukup panjang dengan dunia hukum.
Ia menyelesaikan S1 Hukum Keperdataan pada 1998 di UNPANI Ambon. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 Hukum Ekonomi di Universitas Jayabaya.
Setelah itu, Novita masuk ke dunia politik dan menjadi senator dari Maluku. Ia sudah menjadi anggota DPD sejak 2014 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Di Senayan, Novita juga pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite IV DPD RI. Komite ini punya ruang kerja yang berkaitan dengan anggaran, pengawasan, dan keuangan negara.
Jadi, perjalanan Novita bisa dibilang cukup konsisten: belajar hukum, masuk ke Senayan, lalu ikut mengawal berbagai urusan kebijakan dan pengawasan.
Tiga tokoh. Tiga jalur. Ceritanya beda-beda, tapi sekarang sama-sama membawa isu daerah ke Senayan.
