Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin Sulawesi Selatan di Senayan, ada empat nama yang perlu kamu kenal. Mereka adalah Abd Waris Halid, Al Hidayat Samsu, Tamsil Linrung, dan Andi Muh. Ihsan. Keempatnya terpilih sebagai anggota DPD RI dari Sulsel untuk periode 2024–2029. Data KPU mencatat suara mereka masing-masing 504.201, 496.609, 455.789, dan 390.146 suara.
Abd Waris Halid, dari dunia usaha ke Senayan
Nama Abd Waris Halid cukup menarik karena jalurnya tidak langsung dari parlemen. Sebelum menjadi senator, ia dikenal punya pengalaman di dunia usaha. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Cahaya Prima Film dan General Manager PT Citra Media Prima. Di dunia politik, Waris juga pernah aktif di organisasi politik Sulsel.
Pada Pemilu 2024, perjalanan tersebut membawanya ke DPD RI dengan perolehan 504.201 suara, sekaligus menjadi suara terbanyak di antara calon DPD Sulsel.
Sekarang, Waris punya posisi di Komite II DPD RI. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite II periode 2024–2029. Komite ini berkaitan dengan berbagai isu seperti sumber daya alam dan ekonomi.
Al Hidayat Samsu, dari olahraga dan pendidikan ke Senayan
Kalau Al Hidayat Samsu, ceritanya cukup dekat dengan dunia anak muda. Ia punya latar belakang pendidikan dan olahraga. Al Hidayat merupakan lulusan Universitas Negeri Makassar dan pernah menjadi guru olahraga di SMA Negeri 11 Makassar.
Sebelum masuk DPD, ia lebih dulu menjadi anggota DPRD Kota Makassar periode 2019–2024. Menariknya, saat itu ia dikenal sebagai salah satu legislator termuda.
Pada Pemilu 2024, langkahnya berlanjut ke Senayan. Ia meraih 496.609 suara dan menjadi calon DPD Sulsel dengan perolehan suara tertinggi kedua. Ia juga tercatat sebagai senator termuda dari Sulsel pada periode tersebut.
Latar belakangnya ikut membentuk isu yang ia soroti, terutama pendidikan, kepemudaan, dan olahraga.
Tamsil Linrung, aktivis yang sudah lama mondar-mandir di parlemen
Kalau Tamsil Linrung, pengalaman politiknya sudah panjang. Sebelum menjadi senator, ia pernah duduk sebagai anggota DPR RI selama tiga periode, yaitu 2004–2009, 2009–2014, dan 2014–2019. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan politiknya melalui DPD RI.
Cerita Tamsil bahkan sudah dimulai sejak masa aktivisme mahasiswa. Ia pernah menjadi Ketua Umum PB HMI MPO pada 1988–1990.
Pada Pemilu 2024, Tamsil kembali terpilih sebagai senator Sulsel dengan 455.789 suara. Tidak berhenti sebagai anggota, ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD RI periode 2024–2029.
Oh iya, Tamsil juga lahir di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Andi Muh. Ihsan, senator dengan pengalaman panjang di DPD
Andi Muh. Ihsan juga bukan nama baru di DPD. Ia pertama kali masuk DPD melalui mekanisme PAW pada 2018, setelah menggantikan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Pada Pemilu 2019, ia kemudian terpilih langsung dan meraih 566.972 suara.
Lima tahun kemudian, ia kembali masuk daftar senator terpilih Sulsel. KPU menetapkan Andi Muh. Ihsan sebagai calon terpilih keempat dengan 390.146 suara.
Pengalamannya di DPD juga tidak sebentar. Pada periode sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga DPD RI. Pada 2024, namanya juga sempat masuk dalam paket calon pimpinan DPD RI sebagai salah satu calon wakil ketua.
Empat tokoh ini punya latar belakang yang beda. Ada yang datang dari dunia usaha, pendidikan dan olahraga, aktivisme, sampai pengalaman panjang di lembaga perwakilan daerah. Tapi ujung ceritanya sama: membawa suara Sulawesi Selatan ke Senayan.
