Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin soal budaya Indonesia, pasti yang langsung kepikiran itu seniman, budayawan, atau komunitas adat. Padahal, biar budaya tetap hidup, berkembang, dan nggak hilang ditelan zaman, ada satu hal yang nggak kalah penting: kebijakan.
Nah, di sinilah peran DPR RI ikut jalan. Lewat Komisi X DPR RI, para legislator nggak cuma duduk di ruang rapat. Mereka ikut ngebahas anggaran, ngawal regulasi, sampai memastikan program pemerintah soal kebudayaan benar-benar jalan.
Di antara banyak anggota DPR RI, ada tiga nama yang cukup konsisten ngurus isu budaya. Siapa aja?
Hetifah Sjaifudian, Si Pengawal Arah Kebijakan Budaya
Kalau ngomongin kebijakan budaya di DPR, nama Hetifah Sjaifudian nggak bisa dilewatkan.
Sebagai Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah memimpin berbagai rapat kerja bersama Kementerian Kebudayaan untuk membahas program kebudayaan nasional, evaluasi kebijakan, hingga anggaran sektor budaya.
Buat Hetifah, budaya bukan cuma soal tari, batik, atau festival tahunan. Budaya juga harus punya dukungan kebijakan yang jelas supaya bisa terus berkembang dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Lewat fungsi pengawasan DPR, ia juga mendorong agar program pemajuan kebudayaan nggak berhenti di Jakarta, tapi bisa dirasakan sampai ke daerah-daerah yang punya kekayaan budaya luar biasa.
Singkatnya, kalau budaya Indonesia mau tetap hidup, ya memang harus ada yang ikut ngawalin dari balik meja parlemen.
Ferdiansyah, Penjaga Cagar Budaya dan Sejarah Bangsa
Kalau kamu pernah lihat bangunan tua terus mikir, “Ah paling cuma tempat foto estetik,” mungkin kamu perlu kenalan sama Ferdiansyah.
Sebagai Anggota Komisi X DPR RI, ia dikenal cukup konsisten mengawal isu cagar budaya, museum, hingga mendorong revisi UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya agar semakin relevan dengan tantangan zaman.
Menurut Ferdiansyah, bangunan bersejarah bukan sekadar tumpukan batu atau gedung tua. Di baliknya ada cerita, identitas, dan perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Karena itu, lewat fungsi legislasi dan pengawasan, ia terus mendorong perlindungan terhadap warisan budaya agar nggak rusak, hilang, atau bahkan diklaim pihak lain.
Intinya, sejarah bukan buat dipajang doang, tapi dijaga bareng-bareng.
Bonnie Triyana, Sejarawan yang Kini Ngawal Budaya dari Senayan
Sebelum duduk di DPR RI, Bonnie Triyana sudah lebih dulu dikenal sebagai sejarawan dan penulis yang sering mengangkat cerita sejarah Indonesia.
Saat ini, sebagai Anggota Komisi X DPR RI, perhatian itu masih terus dibawa ke parlemen.
Bonnie aktif mendorong penguatan museum, arsip nasional, pelestarian sejarah Indonesia, hingga pemajuan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas bangsa.
Menurutnya, generasi muda nggak boleh putus hubungan dengan sejarah. Soalnya, kalau sejarah dilupain, kita bakal gampang kehilangan jati diri.
Itulah kenapa museum, arsip, dan situs sejarah harus terus dirawat, bukan cuma jadi pajangan atau destinasi wisata semata.
Budaya Nggak Bakal Lestari Kalau Nggak Ada yang Ikut Ngawal
Melestarikan budaya ternyata bukan cuma tugas seniman atau komunitas budaya.
Di balik layar, ada juga legislator yang bekerja lewat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran supaya kebijakan budaya tetap berjalan.
Lewat perannya di Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, Ferdiansyah, dan Bonnie Triyana menunjukkan kalau menjaga budaya juga bisa dilakukan dari ruang sidang parlemen.
Karena pada akhirnya, budaya bukan cuma warisan masa lalu, tapi juga identitas Indonesia di masa depan.
