ManusiaSenayan.id – Guys, kabar rame soal iuran BPJS Kesehatan bakal naik di 2026 bikin banyak orang auto panik. Tapi tenang, menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, sampai sekarang rencana itu belum dapat lampu hijau. Jadi, belum ada kata resmi: “Bayar lebih mahal!”
“Sampai saat ini Komisi IX DPR RI masih belum menyetujui rencana kenaikan iuran tersebut,” ujar Irma dalam rilis resminya.
Irma bilang, wacana itu harus dipelototin lebih dalam dulu. Bukan cuma soal angka-angka, tapi juga kondisi rakyat yang ekonominya belum sepenuhnya pulih. Pemerintah memang udah siapin tambahan Rp10 triliun buat Penerima Bantuan Iuran (PBI), plus Rp10 triliun lagi sebagai dana cadangan. Tapi, kata Irma, itu nggak otomatis jadi alasan peserta mandiri harus rela iurannya naik.
“Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan masih adanya defisit APBN, rencana kenaikan iuran ini memang diarahkan untuk peserta mandiri yang tergolong mampu. Tapi kita tidak boleh melupakan kelompok masyarakat setengah mampu, yang justru akan paling terdampak,” lanjutnya.
Selain itu, Irma juga nyinggung masalah klasik: penerima bantuan iuran yang kadang tiba-tiba dinonaktifkan tanpa pemberitahuan. Rasanya kayak akun media sosial tiba-tiba ke-banned padahal nggak ngapa-ngapain. Karena itu, ia bilang, “Kami mendorong BPJS Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan BPS dan Kementerian Sosial guna memverifikasi data warga miskin secara valid, sehingga mereka yang berhak tidak justru kehilangan akses layanan.”
Politisi Fraksi NasDem itu nutup dengan reminder keras: kebijakan strategis kayak gini harus dikaji komprehensif, inklusif, dan mengutamakan keadilan sosial. Intinya, jangan bikin rakyat makin ngos-ngosan cuma buat urusan sehat.
