ManusiaSenayan.id Netizen mendadak “haus kebenaran” gara-gara kabar mengejutkan soal air kemasan merek Aqua. Selama ini diklaim dari mata air pegunungan terpilih dan diproses tanpa rekayasa — tapi hasil sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua di Subang malah nemuin fakta lain: sumbernya ternyata dari sumur bor sedalam 100 meter!

Nggak heran kalau Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim langsung kepo berat. Ia bilang, “Kok beda dengan klaim di iklan? Di iklan air kemasan tersebut dibilang dari mata air pegunungan terpilih dan diproses tanpa rekayasa. Dari kontradiktif ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.”

Rivqy nggak main-main. Ia menegaskan bahwa dugaan perbedaan sumber air itu bisa melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Diatur dalam UU tersebut, konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur. Jika perusahaan bersalah, tentu mesti diberi sanksi tegas,” katanya dengan nada yang bisa dibilang: “Nggak bisa dibiarkan nih, bro.”

Selain soal kejujuran, Rivqy juga khawatir sama lingkungan. “Komisi VI nanti bisa mendorong tim investigasi dan pengkajian untuk mengetahui dampak dari aktivitas pengeboran sumur tersebut. Apakah merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar dan apakah ada potensi membahayakan untuk konsumen air kemasan tersebut,” jelasnya.

DPR pun siap ngegas lembut dengan manggil BPKN, YLKI, LPKSM, dan PT Tirta Investama buat klarifikasi. “Kami ingin memastikan UU Perlindungan Konsumen dilaksanakan dengan komitmen dan konsistensi penuh. Siapapun yang melanggar harus diberikan sanksi, dan masyarakat yang dirugikan mesti dapat ganti rugi,” tegas Rivqy.

Warganet pun nyinyir: “Jadi selama ini bukan rasa gunung, tapi rasa sumur?” Tapi DPR janji, urusan air rakyat bakal dikupas tuntas sampai setetes terakhir.