ManusiaSenayan.id Surabaya siang ini sempat jadi “zona buffering” gara-gara puluhan sopir truk ODOL ngadain demo di frontage timur Jalan Ahmad Yani. Bayangin aja: puluhan truk gedeee parkir rapi di pinggir jalan kayak lagi photoshoot, tapi versi protes. Lajur frontage langsung kesendat parah.

Menurut pantauan detikJatim, truk-truk itu berhenti tepat di depan Dishub Provinsi Jatim dari pukul 11.30 sampai 12.15 WIB. Para sopir berorasi sambil nyampein tuntutan mereka. Akibatnya, cuma tersisa satu lajur buat motor dan mobil lewat. Bahkan ambulans pun sempat kehalang—nggak lama sih, tapi tetap bikin semua yang lihat auto panik kecil.

Di lokasi, aparat gabungan dari Polsek Gayungan, Polrestabes Surabaya, TNI, sampai Dishub Surabaya udah standby. Kawat berduri juga dipasang di pintu Dishub Jatim, vibe-nya langsung berubah jadi kayak “checkpoint level hard”.

Salah satu pengendara, Dinata, jadi “korban update telat” karena baru tahu soal demo dari radio pas lagi lewat Bundaran Waru. Dia cerita:

“Pas di Bundaran Waru tadi dengar di radio kalau ada demo truk di Surabaya. Pas baru masuk sini (Bundaran Waru) kok sepi, begitu masuk (frontage Ahmad Yani) ternyata mereka berhentinya,” katanya.

Dinata bilang perjalanan sempat ngadat sekitar 10 menit. Untungnya polisi cepat gerak dan ngarahin kendaraan ke jalur utama Ahmad Yani biar nggak makin chaos.

“Ini udah mendingan, agak lancar. Tadi macet, diarahkan pak polisinya lewat tengah (jalur utama/jalur mobil Ahmad Yani),” ujarnya.

Sebagai warga yang cuma mau hidup tenang tanpa drama jalanan, Dinata berharap demo segera selesai biar semua orang bisa lanjut beraktivitas tanpa plot twist macet.

Aksi ini terjadi di tengah makin ketatnya aturan truk ODOL. Jadi ya, tensinya memang lagi naik. Sementara warga? Cuma bisa bertahan hidup di tengah realita: “macet adalah takdir, perjuangan adalah pilihan.”