ManusiaSenayan.id – Belakangan ini Rusia lagi naik daun sebagai top tier destinasi kuliah anak-anak Indonesia. Dari luar, negara itu mungkin terlihat seperti gabungan antara dingin ekstrem, metro yang kece, dan sejarah panjang yang bikin buku SMA tebalnya kayak batu bata. Tapi bagi mahasiswa RI? Rusia itu paket lengkap: kuliah modern, beasiswa murah, dan vibes Eropa dengan harga rupiah.
Setiap tahun jumlah mahasiswa Indonesia di sana makin banyak. Dan bukan sekadar banyak—mereka belajar pakai alat canggih, ikut magang di perusahaan gede, dan universitasnya masuk jajaran kampus internasional paling sibuk sedunia. Rusia itu rangking 7 dunia soal ekspor pendidikan. Ibaratnya, negara itu sudah level “pabrik mahasiswa internasional”.
Salah satu alumninya, Dwinanadamaria—yang berhasil masuk Pirogov University di Moskow—cerita alasannya kuliah di sana. Katanya: mau dekat kakak, mau ambil kedokteran, plus… Tchaikovsky. Yup, maestro musik klasik Rusia itu secara tidak resmi jadi agen marketing pendidikan Rusia. Bahkan Dwinanadamaria jatuh cinta sama metro Moskow. Katanya rapi, cepat, dan bikin TransJakarta terasa seperti cameo.
Hubungan pendidikan RI–Rusia juga lagi mesra-mesranya. Juni 2025 kemarin dua negara teken kerja sama pendidikan tinggi, dan sebentar lagi mau ada perjanjian pengakuan gelar akademik bareng. Artinya apa? Gelar kamu dari Rusia nggak bakal dianggap “gelap” ketika pulang ke Indonesia.
Saat ini ada sekitar 700 mahasiswa Indonesia kuliah di Rusia, dan 80% pakai beasiswa. Program favoritnya macam-macam: hubungan internasional, kedokteran, ekonomi, IT, teknik pesawat, sampai minyak dan gas. Pokoknya, kalau ada jurusan yang kedengaran “future-proof”, kemungkinan besar ada orang Indonesia di situ.
Kampus-kampus yang jadi favorit pun bukan ecek-ecek. Ada RUDN di Moskow, ITMO di St Petersburg, sampai Higher School of Economics—kampus yang rankingnya suka bikin mahasiswa lokal minder. Bahkan universitas-universitas Rusia bekerjasama dengan lembaga Indonesia, termasuk proyek nuklir (yang kedengarannya sangat Marvel Cinematic Universe, tapi versi akademik).
Terus, gimana cara daftar? Ada banyak pintu. Bisa bayar sendiri, bisa lewat government quota alias beasiswa resmi pemerintah Rusia, bisa juga lewat olimpiade akademik internasional macam OpenDoors. Seleksi dilakukan setahun sebelum kuliah, lewat Kedutaan Rusia di Jakarta. Ujiannya gabungan: tes, nilai rapor, wawancara, sampai cek motivasi—biar ketahuan siapa yang beneran mau belajar, siapa yang cuma mau lihat salju.
Kehidupan mahasiswanya pun lengkap: kampus modern, lab kinclong, perpustakaan gede, klub mahasiswa aktif, plus kesempatan keliling kota-kota Rusia yang estetik. Dan kata para mahasiswa: penduduk Rusia memang terlihat judes default, tapi aslinya hangat. Kayak roti keras di luar tapi lembut di dalam.
Intinya? Rusia lagi jadi magnet pendidikan. Murah, modern, dan eksotis. Dan buat banyak pelajar Indonesia, itu kombinasi yang sulit ditolak.
