ManusiaSenayan.id – Di tengah ramainya politik Senayan, Gilang Dhielafararez datang dengan satu identitas yang cukup jelas: anak hukum. Lahir di Jepara, 7 Januari 1989, Gilang adalah Anggota DPR RI dengan Nomor Anggota 192 dari Fraksi PDI Perjuangan, mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah II. Jalannya ke parlemen bukan lewat panggung sensasi, tapi lewat proses panjang di dunia hukum dan organisasi.
Pendidikan Gilang ditempa sejak dini di sejumlah sekolah di Jawa Timur, sebelum akhirnya serius mendalami hukum. Ia menyelesaikan studi Hukum Pidana di Universitas Trisakti, lalu memperluas perspektifnya ke level internasional dengan mengambil Alternatif Dispute Resolution di University of Hertfordshire, Inggris. Dari sini, cara pandangnya soal hukum jadi nggak melulu hitam-putih, tapi juga soal mencari jalan keluar yang adil dan rasional.
Karier profesionalnya pun lurus dengan latar akademik. Gilang sempat berpraktik sebagai Associate di SIP Law Firm, lalu naik peran sebagai Partner di RC & Co Law Firm. Dunia advokat membuatnya akrab dengan kasus, konflik kepentingan, dan realitas penegakan hukum di lapangan—pengalaman yang kemudian ia bawa ke ruang legislatif.
Masuk ke DPR RI sejak periode 2019–2024, Gilang menempatkan dirinya di isu-isu strategis lewat Komisi III, komisi yang identik dengan hukum, HAM, dan keamanan. Selain itu, ia juga terlibat di Badan Kerja Sama Antar Parlemen, membuka ruang diplomasi dan pertukaran pandangan lintas negara. Peran ini bikin Gilang nggak cuma berkutat di isu domestik, tapi juga melihat praktik hukum dari perspektif global.
Di luar parlemen, jejaring organisasinya terbentuk sejak lama. Ia aktif di HIPMI Jaya, pernah menjabat Wakil Kepala Bidang Banteng Muda Indonesia DKI, dan memimpin PPI Hertfordshire saat menempuh studi di Inggris. Kombinasi organisasi kepemudaan, politik, dan diaspora ini membentuk gaya komunikasi Gilang yang relatif cair, tapi tetap argumentatif.
Buat Gilang, politik bukan panggung debat tanpa ujung. Ia melihat parlemen sebagai ruang untuk merapikan sistem hukum, memperkuat keadilan, dan memastikan negara hadir lewat aturan yang masuk akal. Pendekatannya cenderung teknis, tapi justru itu yang bikin perannya relevan—terutama di tengah publik yang makin kritis soal penegakan hukum.
Singkatnya, Gilang Dhielafararez adalah potret legislator yang datang ke Senayan dengan bekal keahlian. Nggak banyak gimmick, tapi punya pijakan kuat. Di tengah politik yang sering gaduh, sosok seperti Gilang mengingatkan bahwa kerja hukum yang rapi tetap dibutuhkan agar demokrasi bisa jalan dengan sehat.
