ManusiaSenayan.id Buat kamu yang suka “window shopping” rumah sambil bilang, “aku cuma lihat-lihat kok” (padahal hati udah nyicil duluan), ada kabar manis nih. Pemerintah resmi melanjutkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% buat pembelian rumah tapak dan apartemen sampai Desember 2026. Kebijakan ini tertuang dalam PMK Nomor 90 Tahun 2025.

Dalam pertimbangan aturannya, pemerintah menegaskan tujuannya biar ekonomi tetap jalan dan rakyat makin aman sentosa. Bahkan ditulis jelas: “Bahwa agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, pemerintah memberikan paket kebijakan ekonomi untuk kesejahteraan berupa insentif PPN…” Jadi bukan sekadar gaya-gayaan, tapi memang strategi biar sektor properti makin rame dan daya beli kebantu.

Skemanya gini: pemerintah menanggung 100% PPN untuk rumah tapak atau apartemen siap huni dengan harga jual sampai Rp 2 miliar. Tapi program ini berlaku untuk hunian dengan harga jual paling tinggi Rp 5 miliar. Masa berlakunya juga jelas: Januari–Desember 2026. Jadi kamu punya waktu setahun penuh buat atur napas, atur budget, dan atur ekspektasi (yang kadang lebih mahal dari cicilan).

Tapi, bestie, ada aturan mainnya. Fasilitas ini cuma bisa dipakai satu kali untuk satu unit rumah per orang pribadi—baik WNI maupun WNA yang memenuhi ketentuan. Pengembang juga wajib tertib administrasi. Aturannya bilang: “Pengusaha kena pajak… wajib membuat faktur pajak… dan laporan realisasi PPN ditanggung pemerintah,” (Pasal 8 ayat (1)).

Nah, yang bikin program ini bisa “hangus” juga ada: kalau DP atau cicilan pertama dibayar sebelum 1 Januari 2026, atau serah terima unit terjadi sebelum 1 Januari 2026 atau setelah 31 Desember 2026, atau pengembang nggak memenuhi kewajiban pajaknya. Kalau gagal memenuhi syarat, maka berlaku ketentuan normal: “dikenai PPN sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” (Pasal 9 ayat (2)).

Intinya: 2026 bisa jadi momen emas buat yang serius mau punya rumah. Tapi jangan cuma semangat—pastikan tanggal, syarat, dan dokumennya aman. Rumah impian boleh, asal prosedurnya juga ikut “impian”: rapi dan beres.