Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin masa depan Indonesia, orang sering ribut soal bonus demografi, AI, sampai generasi emas 2045. Tapi kadang ada satu hal penting yang suka kelewat: siapa sebenarnya yang tiap hari nyiapin generasi itu di ruang kelas?
Jawabannya jelas: guru dan dosen.
Makanya, Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga ngingetin negara supaya jangan cuma sibuk bikin kurikulum baru atau bangun gedung sekolah doang. Menurut dia, kualitas pendidikan nasional nggak bakal kuat kalau tenaga pendidiknya masih minim perlindungan dan belum benar-benar dihargai.
Sabam bilang, guru dan dosen itu bukan sekadar profesi formalitas. Mereka adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Dari tangan mereka lahir calon dokter, insinyur, pemimpin daerah, sampai anak-anak muda yang nanti bakal nentuin arah bangsa.
Karena itu, negara perlu serius ningkatin harkat, martabat, dan perlindungan hukum buat para tenaga pendidik di Indonesia.
“Guru dan dosen punya peran strategis dalam mencetak generasi masa depan bangsa. Jadi, mereka harus dapat perlindungan yang jelas lewat aturan dan norma yang kuat,” ujar Sabam dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/5/2026).
Politisi dari dapil Sumatera Utara II itu juga menilai kebijakan pendidikan nggak bisa dibentuk asal cepat demi kelihatan progresif. Menurutnya, pemerintah harus nyusun sistem pendidikan secara bertahap supaya bisa nyesuaiin tantangan zaman yang terus berubah.
Soalnya realita pendidikan hari ini nggak sesimpel urusan ujian atau seragam sekolah. Guru dan dosen sekarang juga harus menghadapi tekanan digitalisasi, perubahan pola belajar, sampai tuntutan adaptasi teknologi yang makin cepat.
Kalau ekosistem pendidikan mau sehat, kata Sabam, maka negara wajib bikin sistem yang nggak cuma kuat di atas kertas, tapi juga benar-benar ngasih rasa aman buat tenaga pendidik.
Ia berharap arah kebijakan pendidikan nasional ke depan nggak melulu fokus pada kurikulum dan infrastruktur. Sebab menurutnya, kesejahteraan, perlindungan kerja, dan kepastian hukum buat guru dan dosen juga sama pentingnya.
Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan nasional bakal ikut naik kalau orang-orang yang berdiri di garis depan pendidikan juga dapat dukungan penuh.
“Ketika guru dan dosen mendapatkan dukungan penuh, maka kualitas pendidikan nasional juga akan semakin kuat,” tutup politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Di tengah banyaknya tuntutan buat dunia pendidikan, satu hal ini mulai terasa jelas: jangan cuma minta guru terus berjuang, tapi negara juga harus ikut pasang badan.
