Manusiasenayan.id – Internet sekarang udah masuk sampai ke banyak pelosok Indonesia. Tapi menurut Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman, jangan sampai pembangunan internet cuma selesai di urusan sinyal penuh atau BTS berdiri. Yang lebih penting, apa dampaknya buat hidup masyarakat?

Hal itu disampaikan Mahfudz saat Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI bersama BAKTI Kemkomdigi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, BAKTI sudah saatnya nggak cuma bangga karena berhasil membangun jaringan internet di berbagai daerah. Lembaga tersebut juga harus bisa membuktikan kalau internet yang dibangun benar-benar bikin kualitas hidup masyarakat naik.

“Kalau internetnya sudah ada, terus apa yang berubah?” Kira-kira itulah pertanyaan yang menurut Mahfudz wajib bisa dijawab lewat data dan evaluasi yang jelas.

Ia meminta BAKTI mulai menyusun indikator yang bisa mengukur dampak internet terhadap berbagai sektor. Bukan cuma soal jumlah pengguna, tapi juga apakah masyarakat jadi lebih sadar pentingnya kesehatan, lebih gampang mengakses informasi, sampai lebih produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Buat Mahfudz, transformasi digital nggak boleh berhenti di angka cakupan jaringan. Yang lebih keren justru kalau internet bisa mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih positif dan lebih produktif.

Nggak cuma itu, ia juga menyoroti dunia pendidikan. Menurut Politisi Fraksi PKS tersebut, akses internet yang sudah dibangun pemerintah sayang banget kalau ujung-ujungnya cuma dipakai buat hiburan atau scrolling media sosial tanpa manfaat yang lebih besar.

Karena itu, Mahfudz mendorong BAKTI memperkuat literasi digital lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi di daerah. Kampus dinilai bisa menjadi partner untuk melakukan riset, evaluasi, sekaligus mengedukasi masyarakat agar internet benar-benar dimanfaatkan buat belajar, mencari peluang, dan meningkatkan kemampuan.

Menurutnya, kalau kolaborasi itu berjalan baik, pemerintah juga bakal lebih mudah melihat apakah pembangunan infrastruktur digital benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan masyarakat.

Sorotan Mahfudz juga menyentuh sektor ekonomi. Ia meminta BAKTI memiliki data yang menunjukkan apakah hadirnya internet mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, terutama di daerah yang punya potensi besar seperti NTB.

Ia mencontohkan petani jagung di Sumbawa atau nelayan budidaya rumput laut dan mutiara di Lombok. Dengan hadirnya ekosistem agrotech maupun aquatech, menurutnya harus ada ukuran yang jelas apakah produksi meningkat, usaha makin efisien, dan pendapatan masyarakat ikut terdongkrak.

Bagi Mahfudz, ukuran sukses pembangunan digital bukan cuma soal sinyal yang makin kencang atau internet yang makin luas jangkauannya. Ukuran sebenarnya adalah ketika teknologi bikin masyarakat lebih pintar, ekonomi makin bergerak, pendidikan makin berkualitas, dan kesejahteraan warga ikut naik.

Karena pada akhirnya, internet yang dibangun pakai uang negara harus bisa jadi alat perubahan, bukan sekadar jadi tempat buat nonton video, main game, atau scroll media sosial seharian.