Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politisi yang perjalanan hidupnya nggak instan, nama T.A. Khalid layak masuk obrolan. Sosok asal Aceh ini bukan tipe yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Sebelum duduk di DPR RI, ia sudah lebih dulu kenyang pengalaman di dunia usaha, organisasi, sampai pemerintahan daerah.

Lahir dan besar di Aceh, T.A. Khalid mengawali pendidikan dari SDN Jangka Buya, lanjut ke SMPN Tanjongan Samalanga, lalu SMAN Lhokseumawe. Setelah lulus sekolah, ia memilih masuk Universitas Abulyatama dan mengambil jurusan Teknik Mesin. Bukan berhenti di situ, ia kemudian memperdalam ilmu manajemen di IMMI Jakarta. Bahkan sampai sekarang semangat belajarnya masih jalan terus karena sedang menyiapkan disertasi Program Doktor Ilmu Administrasi Bisnis di Universitas Padjadjaran.

Tapi hidup T.A. Khalid ternyata nggak cuma soal kuliah dan teori. Sejak usia muda, ia sudah terjun ke dunia bisnis. Tahun 1995, ia dipercaya menjadi Direktur PT Ilham Teguh. Kariernya terus berkembang hingga menduduki posisi komisaris di beberapa perusahaan. Dari sini, ia belajar satu hal penting: membangun sesuatu itu butuh kerja keras, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan orang banyak.

Nah, pengalaman itulah yang kemudian jadi modal saat masuk dunia politik.

Tahun 2004 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanannya. Saat banyak orang seusianya masih sibuk membangun karier pribadi, T.A. Khalid justru dipercaya menjadi Ketua DPR Kota Lhokseumawe periode 2004–2009. Posisi ini bikin dia makin dekat dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pembangunan daerah sampai kebutuhan ekonomi warga sehari-hari.

Di luar dunia politik, aktivitas organisasinya juga nggak kalah padat. Ia pernah menjadi Ketua Umum PORDA Kota Lhokseumawe, aktif di berbagai organisasi sosial dan keagamaan, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Aceh sejak tahun 2013. Posisi yang jelas nggak gampang, karena mengelola organisasi politik di tingkat provinsi butuh kemampuan membangun jaringan sekaligus menjaga kepercayaan kader dan masyarakat.

Dedikasi panjang itu akhirnya mendapat pengakuan. Pada tahun 2017, ia menerima Bintang Jasa Garudayaksa Kesatria Utama, penghargaan yang diberikan atas kontribusinya dalam organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Sekarang, T.A. Khalid bertugas sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Selain itu, ia juga terlibat di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, tempat berbagai rancangan undang-undang dibahas sebelum menjadi aturan yang berlaku untuk masyarakat.

Kalau dilihat dari perjalanan hidupnya, T.A. Khalid bisa dibilang bukan politisi yang lahir dari ruang rapat. Ia tumbuh dari dunia usaha, aktif di berbagai organisasi, pernah memimpin parlemen daerah, lalu naik ke level nasional. Mungkin itu juga yang bikin gaya politiknya lebih membumi. Karena sebelum bicara soal kebijakan, ia sudah lebih dulu paham bagaimana rasanya membangun usaha, mengelola organisasi, dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

Dari Aceh sampai Senayan, satu hal yang tetap konsisten dari T.A. Khalid adalah kemauannya untuk terus bergerak. Karena buatnya, jabatan boleh berganti, tapi pengabdian nggak boleh berhenti.