Menjelang gelaran Piala Dunia 2026, suasana yang seharusnya mulai ramai justru dinilai belum terlalu terasa di tengah masyarakat. Hal itu menjadi perhatian Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, yang menyoroti masih minimnya gaung penyelenggaraan siaran Piala Dunia oleh TVRI.

Padahal, TVRI sudah mengantongi hak siar untuk menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis. Menurut Novita, pencapaian besar tersebut seharusnya dibarengi dengan strategi komunikasi publik yang lebih agresif agar masyarakat benar-benar tahu dan ikut merasakan euforianya sejak jauh hari.

“Banyak orang masih bertanya Piala Dunia tayang di mana, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukungnya dimulai. Ini menunjukkan masih ada ruang komunikasi yang perlu diperkuat,” ujar Novita di Kompleks Parlemen, Senayan.

Bagi Novita, Piala Dunia bukan sekadar tontonan sepak bola. Ajang empat tahunan itu punya dampak yang jauh lebih luas karena mampu menggerakkan sektor ekonomi rakyat, membuka peluang bagi UMKM, mendorong industri kreatif, hingga menciptakan ruang kebersamaan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia menilai atmosfer menuju kick-off seharusnya sudah mulai terasa. Apalagi TVRI mendapat mandat besar untuk menyiarkan seluruh pertandingan hingga menjangkau masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Sebagai informasi, TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Jumlah itu meningkat dibanding edisi 2022 yang hanya menyiarkan 64 pertandingan. Capaian tersebut dinilai layak diapresiasi karena memperluas akses masyarakat untuk menikmati pesta sepak bola terbesar dunia tanpa harus berlangganan layanan berbayar.

Meski begitu, Novita mengingatkan bahwa besarnya mandat tersebut harus diimbangi dengan promosi yang kuat dan terukur. Ia mencontohkan bagaimana atmosfer Piala Dunia pada edisi-edisi sebelumnya terasa lebih hidup karena didukung kampanye publik yang masif, diskusi sepak bola, kolaborasi komunitas, hingga aktivasi digital yang berhasil membangun euforia nasional jauh sebelum pertandingan dimulai.

Sebagai mitra kerja TVRI, Komisi VII DPR RI memastikan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 berjalan optimal dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Novita mengapresiasi kerja keras TVRI dalam memperoleh hak siar tersebut. Namun, menurutnya, karena ini menjadi momen bersejarah setelah puluhan tahun Piala Dunia kembali hadir di TVRI, maka persiapannya harus benar-benar matang.

“Kualitas siaran harus baik, akses publik harus mudah, dan rasa kebanggaan nasional harus benar-benar terasa,” tegasnya.

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Laga pembuka akan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni waktu setempat atau 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.