Manusiasenayan.id – Ngerayain Hari Anak Nasional 2026 nggak harus selalu lewat seremoni atau pidato panjang. Perum BULOG memilih cara yang lebih ngena: langsung turun tangan berbagi bantuan pangan buat anak-anak penyandang disabilitas.
Lewat program BULOG Peduli Aksi Berbagi, BULOG menyalurkan 500 paket beras premium ukuran 5 kilogram kepada para siswa di SLB Negeri 2 dan SLB Negeri 11 kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Langkah ini jadi bukti kalau kepedulian nggak cukup cuma diucapkan, tapi juga harus dirasakan langsung manfaatnya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG yang fokus mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kali ini, BULOG menggandeng Indonesian Disability Institute (INDISI) untuk mendistribusikan total 2.500 kilogram beras premium kepada anak-anak penyandang disabilitas.
Di SLB Negeri 2, bantuan diterima oleh sekitar 110 siswa dari total 236 peserta didik. Sementara di SLB Negeri 11, kegiatan diikuti lima siswa dari total 250 siswa yang terdata.
Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq, bilang kalau Hari Anak Nasional harus jadi pengingat bahwa semua anak Indonesia punya hak yang sama buat tumbuh, belajar, dan mengejar mimpi mereka, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
Menurutnya, BULOG bukan cuma punya tugas menjaga ketahanan pangan nasional, tapi juga ingin memastikan keberadaannya benar-benar berdampak buat masyarakat.
“Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik. Melalui program BULOG Peduli, kami ingin memastikan kehadiran BULOG tidak hanya menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak penyandang disabilitas,” ujar Marga.
Ia berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan pangan keluarga para penerima sekaligus jadi pengingat kalau semangat gotong royong masih hidup dan penting untuk terus dijaga.
Nggak berhenti di situ, BULOG juga menegaskan bakal terus menggeber berbagai program TJSL dengan menggandeng banyak pihak. Menurut Marga, kolaborasi antara BUMN, lembaga sosial, dunia pendidikan, sampai masyarakat adalah kunci buat menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.
Program ini juga sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama poin Tanpa Kemiskinan, yang mendorong semua pihak ikut mengambil peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum INDISI Enita Adyalaksmita, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SLB Negeri 2 Rully Anjar Arifianto, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SLB Negeri 11 Herlina Kristianti.
Yang bikin suasana makin hangat, para siswa penyandang disabilitas juga menampilkan pertunjukan seni yang sukses mencuri perhatian. Bukan sekadar hiburan, penampilan itu jadi bukti kalau setiap anak punya bakat, potensi, dan kesempatan yang sama untuk bersinar ketika diberi ruang dan dukungan.
