Manusiasenayan.id – Labuan Bajo udah lama jadi salah satu destinasi wisata paling keren di Indonesia. Pemandangannya bikin takjub, ada Pulau Rinca, habitat asli komodo, sampai lautnya yang jadi incaran wisatawan dunia. Tapi menurut Komisi V DPR RI, kalau mau naik kelas jadi destinasi wisata yang makin mendunia, nggak cukup cuma modal panorama. Infrastruktur juga harus ikut ngebut.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, saat mengikuti kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama dua hari, rombongan DPR turun langsung buat ngecek kondisi berbagai infrastruktur yang jadi penopang sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Menurut Novita, Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata super prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah. Makanya, DPR ingin memastikan pembangunan di kawasan ini terus jalan, mulai dari akses transportasi sampai fasilitas pendukung lainnya.
“Komisi V dari kemarin sampai hari ini mengamati bagaimana mendukung infrastruktur NTT secara keseluruhan, khususnya di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Novita, Kamis (23/7/2026).
Bukan cuma soal jalan mulus, perhatian Komisi V juga menyasar kebutuhan lain yang nggak kalah penting. Mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan sarana dan prasarana publik, hingga peningkatan pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama wisatawan menuju kawasan wisata.
Buat Novita, semua itu saling berkaitan. Soalnya, wisatawan nggak cuma datang buat lihat pemandangan, tapi juga butuh akses yang nyaman, fasilitas yang layak, dan perjalanan yang aman dari awal sampai pulang.
Saat mengunjungi Pulau Rinca, Novita juga melihat langsung besarnya potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut. Kehadiran komodo, satwa endemik kebanggaan Indonesia, menjadi magnet utama yang bikin wisatawan dari berbagai negara rela datang jauh-jauh ke NTT.
Meski begitu, ia mengingatkan satu hal yang nggak boleh dilupakan. Pembangunan memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan alam. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata harus tetap sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan kawasan konservasi agar ekosistem komodo tetap lestari.
“Kami melihat apa yang masih perlu diperkuat, bagaimana mendukung wisata sekaligus infrastruktur yang ada di sini agar tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Harapannya, pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo dan Pulau Rinca bisa terus dipercepat. Bukan cuma bikin wisatawan makin betah, tapi juga membuka lebih banyak peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi warga lokal, dan tetap melindungi kawasan konservasi yang menjadi kebanggaan Indonesia.
Intinya, DPR ingin Labuan Bajo nggak cuma dikenal karena pemandangannya yang keren, tapi juga karena akses dan fasilitasnya yang sama-sama berkelas. Soalnya, destinasi wisata kelas dunia memang butuh infrastruktur yang juga kelas dunia.
