Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin UMKM, banyak orang langsung kepikiran soal bantuan modal. Padahal, masalah yang dihadapi pelaku usaha nggak sesimpel itu. Setelah punya modal, mereka masih harus mikirin gimana produknya laku, bisa masuk pasar yang lebih luas, sampai kuat bersaing dengan produk lain.

Nah, di DPR RI ternyata ada beberapa legislator yang cukup vokal mengawal isu ini. Lewat fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran, mereka mendorong agar UMKM Indonesia nggak cuma bertahan, tapi benar-benar naik kelas. Empat di antaranya adalah Samuel J.D. Wattimena, Eva Monalisa, Chusnunia Chalim, dan Yoyok Riyo Sudibyo dari Komisi VII DPR RI.

Samuel J.D. Wattimena: UMKM Butuh Pasar, Bukan Sertifikat Pelatihan

Buat Samuel J.D. Wattimena, ukuran keberhasilan pembinaan UMKM bukan seberapa banyak pelatihan yang diberikan, melainkan apakah produknya benar-benar laku di pasaran.

Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan perlindungan negara, akses pasar yang lebih luas, dan keberpihakan terhadap produk lokal. Jangan sampai UMKM cuma sibuk ikut seminar, tapi kesulitan menjual hasil usahanya.

Karena itu, Samuel mendorong pemerintah agar memperkuat ekosistem yang membuat produk UMKM lebih mudah masuk ke pasar nasional bahkan internasional. Menurutnya, UMKM harus jadi pemain utama di negeri sendiri, bukan kalah bersaing dengan produk impor.

Eva Monalisa: UMKM Nggak Bisa Jalan Sendiri

Kalau menurut Eva Monalisa, modal memang penting, tapi UMKM juga butuh “teman” untuk bertumbuh.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menilai pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelaku UMKM perlu pendampingan usaha, akses pembiayaan, pelatihan yang tepat sasaran, hingga bantuan membuka jaringan pemasaran.

Menurut Eva, banyak produk UMKM sebenarnya punya kualitas yang bagus. Sayangnya, banyak pelaku usaha yang masih kesulitan masuk ke pasar yang lebih besar karena minim pendampingan.

Makanya, ia mendorong pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha untuk membangun ekosistem yang benar-benar mendampingi UMKM sampai mampu berdiri sendiri.

 

Chusnunia Chalim: Pariwisata Ramai, UMKM Harus Ikut Panen

Bagi Chusnunia Chalim, berkembangnya sektor pariwisata harus ikut membawa manfaat bagi UMKM daerah.

Sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, ia mendorong agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga bisa meningkatkan kapasitas produksinya.

Selain itu, Chusnunia juga menilai produk lokal harus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata. Wisatawan yang datang ke suatu daerah bukan hanya menikmati destinasinya, tetapi juga membeli oleh-oleh dan produk UMKM setempat.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Yoyok Riyo Sudibyo: Produk Lokal Harus Dapat Kesempatan Lebih Besar

Sementara itu, Yoyok Riyo Sudibyo menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap pelaku UMKM.

Menurutnya, UMKM harus mendapat perlindungan dari persaingan usaha yang tidak sehat sekaligus memperoleh kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam berbagai program pemerintah.

Ia juga mendorong agar produk-produk UMKM semakin banyak digunakan dalam belanja pemerintah sehingga pasar mereka semakin luas.

Bagi Yoyok, kalau negara benar-benar berpihak kepada UMKM, maka usaha kecil bukan hanya bertahan, tetapi juga mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional.

Empat legislator ini memang punya pendekatan yang berbeda. Ada yang fokus membuka akses pasar, memperkuat pendampingan, mempermudah akses pembiayaan, hingga memperluas perlindungan terhadap pelaku usaha.

Tapi benang merahnya sama: UMKM nggak cukup dikasih semangat atau pelatihan. Mereka butuh pasar, pendampingan, perlindungan, dan kebijakan yang benar-benar berpihak agar bisa naik kelas.