Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin wakil Kalimantan Tengah di Senayan, ada empat nama yang perlu kamu kenal.
Mereka adalah Agustin Teras Narang, Habib Said Abdurrahman, Erni Daryanti, dan Siti Aseanti.
Keempatnya berhasil mengamankan kursi DPD RI dari Kalteng untuk periode 2024–2029. Yang menarik, komposisinya cukup beragam. Ada senator yang sudah malang melintang di politik daerah dan nasional. Ada juga wajah baru yang langsung dapat tiket ke Senayan.
Nah, biar nggak cuma tahu namanya, yuk kenalan satu-satu.
TERAS NARANG
“Nama lama, balik lagi ke Senayan.”
Kalau nama Agustin Teras Narang disebut, warga Kalteng kemungkinan besar sudah nggak asing.
Teras Narang pernah menjadi Gubernur Kalimantan Tengah selama dua periode, 2005–2010 dan 2010–2015. Setelah itu, ia juga duduk sebagai anggota DPD RI periode 2019–2024.
Pada Pemilu 2024, Teras kembali maju sebagai calon anggota DPD RI. Hasilnya? Bukan cuma lolos, tapi meraih 366.226 suara, sekaligus menjadi peraih suara terbanyak DPD RI di Kalteng.
Angkanya juga naik dibanding Pemilu 2019. Saat itu, Teras mendapat sekitar 349.351 suara. Jadi, pada 2024, dukungan yang masuk ke namanya justru bertambah.
Singkatnya, perjalanan Teras cukup panjang. Dari kursi gubernur, lanjut menjadi senator, dan sekarang kembali dipercaya duduk di DPD RI.
Nama lama, tapi mandatnya masih lanjut.
HABIB SAID ABDURRAHMAN
“Masih dipercaya warga Kalteng.”
Berikutnya ada Habib Said Abdurrahman.
Nama ini juga bukan pemain baru. Ia merupakan petahana DPD RI yang kembali mendapatkan kursi untuk periode 2024–2029.
Di Pemilu 2024, Habib Said memperoleh 169.599 suara. Jumlah tersebut membuatnya berada di posisi kedua dalam perolehan suara DPD RI Kalteng.
Jadi, dari empat kursi DPD yang tersedia untuk Kalteng, Habib Said kembali masuk salah satunya.
Menariknya, jarak suara antara posisi kedua dan ketiga cukup tipis. Habib Said mengantongi 169.599 suara, sementara Erni Daryanti memperoleh 168.413 suara.
Selisihnya cuma 1.186 suara.
Artinya, persaingan di papan atas juga nggak bisa dianggap santai.
Buat Habib Said, hasil Pemilu 2024 berarti satu hal: mandatnya sebagai senator Kalteng berlanjut.
Tugasnya sekarang bukan lagi soal mendapatkan kursi. Kursinya sudah aman.
Yang perlu dilihat justru bagaimana mandat tersebut dijalankan selama periode 2024–2029.
dr. ERNI DARYANTI
“Wajah baru di Senayan.”
Nah, kalau Teras Narang dan Habib Said sudah punya pengalaman sebagai senator, cerita Erni Daryanti beda lagi.
Erni merupakan salah satu wajah baru yang berhasil mendapatkan kursi DPD RI dari Kalimantan Tengah pada Pemilu 2024.
Perolehan suaranya mencapai 168.413 suara. Angka tersebut menempatkannya di posisi ketiga dari seluruh calon DPD RI Kalteng.
Dan ada fakta yang cukup menarik.
Erni cuma terpaut 1.186 suara dari Habib Said, yang berada di posisi kedua.
Jadi, meskipun sama-sama berhasil lolos, persaingan suara di antara mereka cukup ketat.
Erni bersama Siti Aseanti juga menjadi dua nama baru yang berhasil masuk dalam empat kursi DPD RI Kalteng untuk periode 2024–2029.
Artinya, ini menjadi babak baru buat Erni. Dari nama yang sebelumnya belum duduk sebagai senator, sekarang langsung punya kursi di lembaga perwakilan daerah tingkat nasional.
Tiket ke Senayan sudah dapat.
Tinggal bagaimana perjalanan politiknya selama lima tahun ke depan.
SITI ASEANTI
“Satu lagi wajah baru dari Kalteng.”
Satu nama lagi yang berhasil masuk empat besar adalah Siti Aseanti.
Pada Pemilu 2024, Siti memperoleh 118.892 suara dan menempati posisi keempat dalam perolehan suara DPD RI Kalteng.
Posisi itu cukup untuk mengantarkannya mendapatkan satu dari empat kursi DPD RI yang tersedia bagi Kalimantan Tengah.
Siti juga menjadi salah satu dari dua wajah baru di antara empat senator Kalteng terpilih. Satu nama lainnya adalah Erni Daryanti.
Dengan begitu, komposisi senator Kalteng periode 2024–2029 bukan cuma diisi nama yang sudah punya pengalaman.
Ada juga dua wajah baru yang siap memulai perjalanan politiknya di tingkat nasional.
Untuk Siti, 118.892 suara menjadi modal mandat dari pemilih Kalteng.
Sekarang tantangannya lebih besar. Bukan cuma bagaimana mempertahankan kepercayaan, tapi juga bagaimana suara dari daerah benar-benar dibawa ke meja pembahasan di tingkat nasional.
