Manusiasenayan.id – Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang bocah 12 tahun di Tanjungbalai, Sumatera Utara, lagi bikin publik geram. Apalagi korban diketahui merupakan anak yatim piatu yang seharusnya mendapat perlindungan, bukan malah jadi korban kejahatan. Melihat kasus ini, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meminta aparat penegak hukum gaspol mengusut perkara tersebut sampai tuntas dan jangan kasih ruang buat pelaku lolos dari jerat hukum.
Desakan itu muncul setelah polisi menetapkan D (37), suami seorang guru ASN, sebagai tersangka dugaan pencabulan sesama jenis terhadap anak. Sementara itu, dugaan keterlibatan sang guru masih terus didalami penyidik berdasarkan alat bukti yang ada.
Menurut Sari, kasus yang sempat viral di media sosial ini bukan cuma bikin emosi, tapi juga ngiris hati banyak orang. Gimana nggak? Korbannya adalah anak yang mestinya mendapat kasih sayang dan rasa aman, terutama dari lingkungan sekolah yang seharusnya jadi tempat paling nyaman buat belajar dan tumbuh.
Sari mengajak masyarakat buat tetap percaya sama proses hukum. Ia meminta publik memberi kesempatan kepada kepolisian bekerja secara profesional dan objektif agar semua fakta benar-benar terbuka. Jangan sampai opini yang beredar di media sosial malah mengaburkan proses pembuktian.
“Tunggu hasil penyidikan sampai tuntas. Kalau memang ada pihak lain yang terbukti terlibat, ya harus diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan, kalau nantinya penyidik menemukan bukti keterlibatan guru ASN tersebut, maka Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus bertindak tegas. Sanksi berat wajib dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku. Buat Sari, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah besar untuk membimbing dan menjaga generasi muda. Jadi, kalau ada yang menyalahgunakan kepercayaan itu, nggak boleh ada toleransi.
Selain meminta pelaku dihukum, Sari juga mendorong kepolisian agar rutin mengumumkan perkembangan penyidikan ke publik. Menurutnya, keterbukaan informasi penting supaya masyarakat nggak terus dihantui spekulasi atau informasi simpang siur yang beredar di media sosial.
Di sisi lain, ia mengingatkan warga supaya nggak terpancing buat main hakim sendiri. Emosi masyarakat memang bisa dipahami, tapi penyelesaian perkara tetap harus lewat jalur hukum agar keadilan benar-benar tercapai.
Kasus ini sendiri pertama kali ramai setelah video warga menggeruduk rumah seorang guru ASN perempuan di Tanjungbalai viral di media sosial. Dalam video itu terlihat puluhan warga meluapkan kemarahan kepada pasangan suami istri yang diduga terkait kasus pencabulan terhadap seorang siswa sekolah dasar.
Sampai saat ini, polisi baru menetapkan suami guru ASN tersebut sebagai tersangka. Penyidik masih terus membongkar seluruh fakta dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan alat bukti yang sah. DPR berharap proses hukum berjalan transparan, adil, dan yang paling penting, benar-benar memberikan keadilan bagi korban.
