Manusiasenayan.id – Siapa bilang jadi anggota DPR itu isinya cuma rapat dari pagi sampai malam? Faktanya, ada juga yang doyan travelling buat recharge energi sekaligus cari inspirasi. Bedanya sama kita, kalau kita healing buat kabur dari deadline, mereka justru jalan-jalan sambil tetap mikirin gimana caranya bikin Indonesia makin keren.
Mulai dari keliling Nusantara sampai jalan ke luar negeri, tiga legislator ini punya cara masing-masing buat nambah pengalaman. Siapa aja mereka?
Didik Haryadi: Healing Bareng Keluarga, Pulangnya Bawa Perspektif Baru
Kalau ada istilah work-life balance, mungkin Didik Haryadi salah satu yang paham banget.
Di sela kesibukannya sebagai Anggota Komisi XI DPR RI, Didik mengaku paling senang menghabiskan waktu libur dengan travelling bersama keluarga. Bukan cuma buat foto-foto atau check-in di destinasi hits, tapi juga buat belajar budaya baru dan melihat bagaimana negara lain berkembang.
Menurut Didik, perjalanan itu bisa jadi cara buat refresh pikiran sekaligus nambah sudut pandang. Jadi pas balik kerja di Senayan, kepala udah fresh lagi dan ide-ide baru juga ikut datang.
Kalau diterjemahkan ke bahasa tongkrongan sih simpel.
“Healing boleh, tapi pulangnya jangan cuma bawa oleh-oleh. Bawa juga pengalaman.”
Yang bikin menarik, travelling bukan satu-satunya hobi Didik. Beliau juga rutin bermain golf, berenang, dan lari, biar badan tetap fit walaupun jadwal rapat padat terus.
Desy Ratnasari: Keliling Indonesia Sambil Ngonten? Nggak, Sambil Dorong Wisata!
Kalau lihat aktivitas Desy Ratnasari, rasanya itinerary beliau lumayan padat.
Sebagai Anggota DPR RI Fraksi PAN, Desy cukup sering mengunjungi berbagai daerah di Indonesia. Tapi tujuan utamanya bukan buat healing semata. Dari setiap kunjungan, beliau melihat langsung potensi wisata yang bisa dikembangkan supaya makin banyak wisatawan datang dan ekonomi daerah ikut bergerak.
Salah satu yang cukup sering disuarakan Desy adalah pengembangan Lombok supaya bisa naik kelas menjadi destinasi wisata dunia. Menurutnya, kalau akses, promosi, dan kolaborasinya makin kuat, Indonesia punya peluang besar bersaing dengan negara lain.
Bahasa tongkrongannya kira-kira begini.
“Keliling Indonesia sambil kerja? Ya gas! Sekalian lihat langsung tempat-tempat keren yang layak dikenal dunia.”
Buat Desy, pariwisata itu bukan cuma soal liburan. Di balik pantai yang indah atau gunung yang cantik, ada UMKM, hotel, restoran, sampai masyarakat lokal yang ikut hidup karena sektor wisata berkembang.
Novita Hardini: Destinasi Keren Percuma Kalau Susah Dijangkau
Nah, kalau Novita Hardini, fokusnya agak beda.
Sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, Novita cukup aktif mengawal isu pariwisata nasional. Menurutnya, Indonesia punya banyak destinasi kelas dunia, tapi masih ada pekerjaan rumah yang harus dibereskan, yaitu soal konektivitas.
Logikanya sederhana.
Pantainya boleh indah, view-nya boleh bikin wallpaper HP, tapi kalau akses menuju lokasi ribet, orang bakal mikir dua kali buat datang.
Karena itu Novita mendorong agar akses transportasi menuju kawasan wisata makin mudah sehingga destinasi Indonesia bisa lebih kompetitif, termasuk di kawasan ASEAN.
Kalau pakai bahasa tongkrongan:
“Jalan-jalan itu emang seru. Tapi lebih keren lagi kalau makin banyak orang bisa datang karena aksesnya gampang.”
Bagi Novita, ketika konektivitas makin baik, bukan cuma wisatawan yang senang. Pelaku UMKM, hotel, restoran, hingga masyarakat sekitar juga ikut merasakan dampaknya.
