Manusiasenyana.id – Kalau ngomongin anggota DPR RI, mungkin yang langsung kebayang adalah jas rapi, ruang sidang, dan rapat yang serius. Tapi ternyata, ada juga wakil rakyat yang tampil beda. Rambut gondrong tetap dipertahankan, tapi urusan kerja buat rakyat tetap jadi prioritas.

Dua nama yang mencuri perhatian adalah **Nurhadi **dari Fraksi Partai NasDem dan Martin D. Tumbelaka dari Fraksi Partai Gerindra. Meski punya style yang ikonik, keduanya kini mengemban amanah sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 di komisi yang berbeda.

Nurhadi, Gondrong Tetap Jalan, Aspirasi Tetap Diperjuangin

Kalau lihat penampilan Nurhadi, pasti langsung ngeh sama rambut gondrongnya yang masih dipertahankan sampai sekarang. Gaya ini sudah jadi identitas yang membuatnya mudah dikenali di lingkungan DPR RI.

Namun, di balik penampilannya yang santai, tanggung jawab yang diemban cukup besar. Legislator dari Fraksi Partai NasDem yang mewakili Dapil Jawa Timur VI ini dipercaya menjadi anggota Komisi IX DPR RI.

Komisi IX membahas berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, hingga jaminan sosial. Berbagai kebijakan terkait pelayanan kesehatan, perlindungan pekerja, BPJS, hingga program jaminan sosial menjadi bagian dari ruang lingkup kerja komisi ini.

Artinya, Nurhadi ikut menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran bersama anggota komisi lainnya agar kebijakan di sektor tersebut berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rambut tetap gondrong, tapi urusan ngawal isu kesehatan dan tenaga kerja tetap gaspol!

Martin D. Tumbelaka, Style Ikonik, Tugas Tetap Serius

Sosok Martin D. Tumbelaka juga punya penampilan yang nggak kalah ikonik. Rambut panjangnya sudah menjadi ciri khas yang tetap dipertahankan hingga kini saat menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.

Politikus dari Fraksi Partai Gerindra yang mewakili Dapil Sulawesi Utara ini saat ini bertugas di Komisi III DPR RI.

Komisi III merupakan salah satu komisi strategis di DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia (HAM), dan keamanan. Bersama anggota komisi lainnya, Martin ikut membahas berbagai rancangan undang-undang, melakukan pengawasan terhadap mitra kerja, serta mengawal kebijakan yang berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan HAM.

Meski tampil beda dibanding kebanyakan legislator, Martin tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan penuh tanggung jawab.

Style boleh nyentrik, tapi urusan ngawal hukum tetap serius.

Penampilan memang bisa jadi identitas seseorang, tetapi yang paling penting tetap bagaimana menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Nurhadi dan Martin D. Tumbelaka menunjukkan bahwa gaya personal bukan penghalang untuk aktif bekerja di parlemen. Justru, keduanya membuktikan kalau tampil beda tetap bisa berjalan beriringan dengan komitmen mengawal kepentingan masyarakat.