Manusiasenayan.id – Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M.A. Mahesa lagi mendorong Bank Indonesia (BI) dan pemerintah pusat-daerah buat makin kompak urusan inflasi.
Bukan tanpa alasan. Menurut Annisa, menjaga harga tetap stabil itu penting, tapi jangan sampai kebijakan buat ngerem inflasi malah bikin ekonomi daerah ikut seret. Intinya, harga aman, ekonomi tetap jalan, daya beli masyarakat juga nggak ngos-ngosan.
Hal itu disampaikan Annisa saat menjalani pendalaman terhadap Calon Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam forum tersebut, Annisa menyoroti soal seberapa kuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi. Ia menilai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) punya peran penting buat memastikan inflasi tetap berada di target 2,5 persen ±1 persen.
Buat Annisa, TPID jangan cuma ada namanya. Tim ini perlu benar-benar efektif membaca persoalan di lapangan, terutama yang berkaitan dengan harga dan pasokan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin mengetahui pandangan Ibu mengenai bagaimana Ibu akan memperkuat efektivitas TPID dan sinergi pusat-daerah agar sasaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen tercapai sekaligus daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Annisa.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Banten II, Annisa juga membawa kondisi Kota Cilegon dan Kabupaten Serang ke meja pembahasan.
Dua wilayah ini memang dikenal sebagai kawasan industri. Tapi, di sisi lain, keduanya bukan sentra produksi pangan. Artinya, pasokan pangan masih banyak bergantung dari daerah lain.
Nah, kalau distribusinya tersendat atau harga di daerah pemasok naik, efeknya bisa ikut kerasa di Cilegon dan Serang. Harga pangan naik, dompet masyarakat yang kena.
Karena itu, Annisa meminta Aida menjelaskan langkah konkret untuk memperkuat kerja sama antardaerah. Ia juga menanyakan instrumen kebijakan yang bisa digunakan untuk menjaga ketersediaan sekaligus kestabilan harga pangan.
Menurut Annisa, pemerintah juga perlu melihat persoalan ini secara lebih luas. Jangan sampai fokus menekan inflasi justru membuat aktivitas ekonomi daerah kehilangan momentum.
Sebaliknya, mengejar pertumbuhan ekonomi juga jangan sampai asal gas tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap harga barang dan jasa.
“Bagaimana Ibu bisa menyelaraskan inklusivitas tersebut agar pengendalian harga tidak mengorbankan geliat ekonomi daerah dan sebaliknya pertumbuhan tidak memicu tekanan inflasi yang akan merugikan masyarakat?” pungkas Annisa.
Menjawab hal tersebut, Aida S. Budiman menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi BI dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Targetnya jelas: stabilitas ekonomi tetap terjaga, pertumbuhan tetap jalan, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Jadi, bukan sekadar inflasi turun, tapi ekonomi juga tetap hidup dan masyarakat nggak dibuat pusing.
