Manusiasenayan.id – Penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) nggak bisa cuma mengandalkan satu-dua pihak. Semua harus turun tangan dan gerak bareng. Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti pun mendorong pemerintah dan seluruh instansi terkait buat sat-set menangani dampak bencana di wilayah tersebut.
Menurut Novita, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Basarnas, BNPB, TNI, Polri, sampai pemerintah daerah harus duduk bareng dan menyusun langkah yang jelas. Jangan sampai masing-masing jalan sendiri, sementara masyarakat masih menunggu kondisi kembali normal.
“Kita mendorong Kementerian PU kemudian Basarnas, BNPB, TNI, Polri dan semuanya bisa bersinergi untuk membahas bagaimana percepatan penanganan ini,” ujar Novita kepada Parlementaria di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8/2026).
Masalahnya memang nggak sederhana. Bencana tersebut bikin sejumlah jalan penghubung antardaerah tertutup reruntuhan. Nggak cuma itu, rumah warga dan jembatan juga ikut mengalami kerusakan.
Kalau akses jalan dan jembatan masih bermasalah, aktivitas warga otomatis ikut ke-rem. Mau kerja susah, distribusi barang bisa terganggu, mobilitas masyarakat juga nggak leluasa. Makanya, penanganan nggak boleh kelamaan.
Novita menilai pemerintah pusat dan daerah perlu makin intens berkoordinasi. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kementerian, lembaga, hingga Komisi V DPR harus punya satu frekuensi supaya langkah yang diambil nggak tumpang tindih.
“Ini memang memerlukan koordinasi yang sangat intensif dari keseluruhan kementerian, pemerintahan provinsi, pemerintahan kabupaten setempat dan seluruhnya dengan Komisi V sehingga penanganannya bisa terintegrasi dan bisa ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Buat Novita, urusan pascabencana juga nggak selesai cuma dengan bagi-bagi bantuan kebutuhan dasar. Bantuan memang wajib, tapi rumah warga dan infrastruktur juga harus segera dibenahi.
Sebab, masyarakat bukan cuma butuh bantuan untuk bertahan. Mereka juga butuh tempat tinggal yang kembali layak dan akses yang kembali lancar supaya bisa balik beraktivitas seperti biasa.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai bantuan sudah datang, tapi jalan masih tertutup dan jembatan belum bisa digunakan.
Sederhananya, kalau mau kondisi cepat pulih, semua pihak harus gerak bareng, bukan jalan sendiri-sendiri. Dengan koordinasi yang solid, penanganan bencana di NTT diharapkan bisa lebih cepat, terintegrasi, dan benar-benar terasa dampaknya bagi masyarakat.
