Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin Rusda Mahmud, perjalanan politiknya lumayan panjang. Bukan tipe yang baru muncul ketika kamera mulai mengarah ke Senayan. Sebelum duduk sebagai anggota DPR RI, Rusda sudah lebih dulu menjalani perjalanan panjang di daerah.
Berawal dari Lasusua
Jejak Rusda dimulai dari Lasusua, Kolaka Utara. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN No. 1 Lasusua pada 1968 sampai 1974. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Lasusua pada 1974 sampai 1977.
Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke STM. Rusda tercatat menempuh pendidikan STM pada 1977 hingga 1981.
Dari Lasusua, perjalanan hidupnya kemudian bergerak ke dunia pemerintahan dan politik.
Satu Dekade Memimpin Kolaka Utara
Salah satu bagian paling penting dalam perjalanan Rusda adalah ketika ia dipercaya menjadi Bupati Kolaka Utara.
Rusda menjabat sebagai Bupati Kolaka Utara selama 10 tahun, dari 2007 hingga 2017. Posisi tersebut membuatnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat di daerah.
Selama menjadi kepala daerah, Rusda juga tercatat menerima sejumlah penghargaan. Pada 2015, ia mendapatkan penghargaan PADAPA sebagai bupati. Kemudian pada 2016, tercatat menerima penghargaan Eliminasi Filariasis. Setahun berikutnya, ada penghargaan Pastika Parahita.
Pengalaman satu dekade di pemerintahan daerah ini kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Rusda menuju level nasional.
Dari Kantor Bupati ke Senayan
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai bupati, Rusda melanjutkan langkah ke DPR RI.
Pada periode 2019 sampai 2024, ia tercatat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.
Tidak berhenti di sana, Rusda kembali maju pada Pemilu 2024. Hasilnya, ia kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk duduk di parlemen.
Data KPU mencatat Rusda meraih 62.078 suara dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2024. Angka tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan politiknya di tingkat nasional.
Sekarang Duduk di Komisi VII
Di periode DPR RI 2024 sampai 2029, Rusda menjalankan tugas sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.
Komisi VII menjadi salah satu ruang kerja penting di DPR karena berkaitan dengan sejumlah sektor strategis, termasuk energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan berbagai bidang terkait.
Buat Rusda, arena politiknya kini sudah berbeda. Kalau sebelumnya ia berhadapan langsung dengan urusan pemerintahan daerah, sekarang ia menjalankan fungsi parlemen di tingkat nasional.
Bukan Cuma Soal Jabatan
Kalau melihat rekam jejaknya, perjalanan Rusda juga cukup panjang di organisasi.
Pada 2002 sampai 2011, ia tercatat sebagai Ketua DPC PNBK. Kemudian pada 2007 hingga 2021, Rusda tercatat sebagai Ketua Dewan ASPITINDO.
Artinya, sebelum dan selama menjalani karier politik, Rusda juga punya pengalaman dalam organisasi.
Dari Daerah, Kembali ke Senayan
Perjalanan Rusda Mahmud bisa dibaca sebagai perjalanan politik dari daerah menuju tingkat nasional.
Ia memulai pendidikan di Lasusua, kemudian menjadi kepala daerah selama satu dekade, masuk DPR RI pada periode 2019-2024, dan kembali terpilih pada Pemilu 2024.
Kini, Rusda Mahmud kembali membawa pengalaman panjangnya ke Senayan sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.
Dari Lasusua ke Kolaka Utara, lalu berlanjut ke Senayan. Panggungnya berubah, tetapi perjalanan politiknya masih terus berjalan.
