Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin NTB, yang muncul di kepala mungkin Lombok, Sumbawa, Rinjani, sampai Mandalika. Tapi di balik semua itu, ada juga suara masyarakat yang dibawa ke pusat lewat empat senator NTB.
Pada Pemilu 2024, TGH Ibnu Halil, Evi Apita Maya, Muhammad Rifki Farabi, dan Mirah Midadan Fahmid terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2024–2029. Keempatnya punya latar dan fokus yang berbeda, tetapi sama-sama membawa mandat dari NTB ke Senayan.
Lantas, siapa saja mereka dan sekarang ngapain?
TGH Ibnu Halil, Petahana yang Balik Lagi ke Senayan
Nama TGH Ibnu Halil bukan wajah baru di DPD RI. Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih sebagai senator NTB dengan 328.713 suara. Angka ini menempatkannya di posisi pertama perolehan suara calon DPD di NTB.
Tapi setelah menang pemilu, kerja tentu belum selesai.
Pada Juli 2026, Ibnu Halil melakukan reses bersama masyarakat NTB. Dalam pertemuan tersebut, ia membahas tugas DPD RI, perkembangan RUU Daerah Kepulauan, sekaligus membuka ruang dialog soal berbagai persoalan pembangunan daerah.
Jadi, kegiatan senator bukan cuma rapat di Jakarta. Ada juga agenda turun ke daerah buat mendengar langsung cerita warga.
Simpelnya, suara dari daerah dikumpulin, lalu dibawa ke pusat.
Evi Apita Maya, Ikut Ngawal Urusan Duit Daerah
Berikutnya ada Evi Apita Maya. Ia kembali duduk sebagai senator NTB setelah meraih 315.007 suara pada Pemilu 2024. Perolehan tersebut menempatkannya di posisi kedua di NTB.
Evi juga aktif di Komite IV DPD RI, yang berkaitan dengan bidang anggaran dan keuangan negara, termasuk isu Dana Desa dan Transfer ke Daerah.
Pada 2026, Evi juga dipercaya menjadi Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI. BAP berperan menindaklanjuti pengaduan masyarakat serta hasil pemeriksaan BPK.
Kerjanya pun nggak cuma di ruang rapat. Dalam reses 2026, Evi turun menemui masyarakat di sejumlah wilayah NTB dan menyerap aspirasi soal infrastruktur, konektivitas, pelayanan publik, hingga kebutuhan masyarakat desa.
Jadi kalau dibikin bahasa tongkrongan:
Urusan duit dan akuntabilitas daerah ikut dikawal.
Muhammad Rifki Farabi, Pendatang Baru yang Langsung Dapat Peran
Kalau dua nama sebelumnya sudah pernah duduk di DPD, Muhammad Rifki Farabi hadir sebagai wajah baru.
Pada Pemilu 2024, Rifki meraih 284.126 suara dan menjadi salah satu dari dua pendatang baru yang berhasil mendapatkan kursi senator NTB.
Menariknya, status sebagai pendatang baru nggak bikin Rifki harus menunggu lama untuk mendapat peran.
Pada periode 2025–2026, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI.
PURT berkaitan dengan urusan internal rumah tangga kelembagaan DPD. Jadi, sejak awal periode, Rifki sudah mendapat tanggung jawab di salah satu alat kelengkapan DPD.
Intinya?
Wajah baru, tapi langsung dapat tempat buat ikut ngurus rumah sendiri.
Mirah Midadan Fahmid, Bawa Potensi NTB Keluar Daerah
Satu lagi wajah baru dari NTB adalah Mirah Midadan Fahmid.
Pada Pemilu 2024, Mirah memperoleh 265.104 suara dan menempati posisi keempat dalam perolehan suara calon DPD NTB.
Di DPD, Mirah dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP). Posisi ini membuat isu kerja sama parlemen dan hubungan internasional ikut masuk dalam ruang kerjanya.
Menariknya, potensi daerah juga ikut dibawa dalam kerja tersebut.
Pada Juli 2026, Mirah menerima audiensi tim Rinjani Global Geopark. Pembahasannya mencakup pemberdayaan masyarakat, UMKM, ekonomi kreatif, sampai pengembangan kapasitas generasi muda.
Sebelumnya, Mirah juga mendorong agar kerja sama internasional bisa menghasilkan peluang konkret untuk NTB, termasuk lewat pariwisata, ekonomi daerah, dan UMKM.
Jadi, bukan cuma Rinjani yang dibawa ke obrolan.
Potensi NTB juga coba dibawa ngobrol sampai level internasional.
