Manusiasenayan.id – Perjalanan menuju Senayan nggak selalu dimulai dari panggung politik. Ada yang berangkat dari dunia usaha, organisasi, hingga pemerintahan daerah. Salah satunya Ir. Endro Hermono, politikus Partai Gerindra yang punya pengalaman di bidang perkebunan, perbankan, koperasi, sampai pemerintahan sebelum berkiprah di DPR RI.

Lahir dari perjalanan pendidikan di Blitar hingga menempuh pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Endro punya latar belakang yang cukup beragam. Buat mengenal sosoknya lebih jauh, yuk, intip perjalanan kariernya!

Berawal dari Bangku Sekolah hingga IPB

Perjalanan pendidikan Endro dimulai di SD Negeri Nglegok pada 1966–1971, kemudian berlanjut ke SMP Negeri I Blitar pada 1972–1974 dan SMA Negeri I Blitar pada 1975–1977.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Endro melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB), jurusan Pertanian, pada 1977–1982. Ia juga tercatat menempuh pendidikan di Jakarta Institute of Management pada 1997–1999, berdasarkan data riwayat yang tersedia.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Endro sebelum terjun ke dunia usaha dan politik.

Punya Pengalaman di Dunia Usaha

Sebelum masuk ke pemerintahan dan parlemen, Endro punya pengalaman panjang di sektor bisnis. Ia tercatat menjabat sebagai komisaris PT Harta Mulia yang bergerak di bidang perkebunan pada 1982–2005. Ia juga menjadi komisaris PT Harta Raya di sektor perbankan pada 1992–2015.

Nggak berhenti di situ, Endro turut terlibat dalam pengelolaan koperasi. Ia tercatat menjadi Ketua Koperasi Duta Manunggal, Blitar, pada 1995–2014, serta Ketua Koperasi Leksa, Blitar, pada 1998–2014.

Pengalaman di sektor usaha dan koperasi menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum menapaki jabatan publik. Namun, untuk menilai dampak dari perjalanan tersebut, publik tetap membutuhkan informasi tentang program, kontribusi, dan hasil kerjanya.

Dari Pemerintahan Daerah ke Senayan

Langkah Endro di pemerintahan dimulai ketika ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Blitar pada 2005–2010. Pengalaman ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier politiknya.

Setelah itu, Endro melangkah ke tingkat nasional. Ia tercatat menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019 melalui Fraksi Partai Gerindra. Di parlemen, ia menjalankan peran sebagai wakil rakyat dalam proses politik dan pengambilan keputusan nasional.

Dalam perjalanan organisasinya, Endro juga pernah menjabat Ketua Wilayah Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPP) Jawa Timur pada 1990–2005, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) pada 1995–2005, serta Ketua DPC HKTI pada 2007–2013.

Pengalaman di organisasi bisnis dan pertanian tersebut melengkapi perjalanan Endro sebelum berkiprah di parlemen.

Rekam Jejak Jadi Modal, Kerja Nyata Tetap Dinanti

Perjalanan Endro Hermono memperlihatkan lintasan karier dari dunia usaha, organisasi, pemerintahan daerah, hingga DPR RI. Ia juga tercatat bertugas di Komisi VIII DPR RI berdasarkan informasi yang diberikan.

Komisi VIII membidangi urusan agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana. Bidang ini dekat dengan persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait kesejahteraan sosial dan perlindungan kelompok rentan.

Pada akhirnya, rekam jejak panjang memang menarik untuk disimak. Namun, bagi masyarakat, hal yang nggak kalah penting adalah bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan kerja yang bermanfaat.

Karena jabatan bukan cuma soal posisi, tetapi juga soal tanggung jawab dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat.