Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin Sumatera Barat, yang kebayang mungkin rendang, Jam Gadang, atau rumah gadang. Tapi, Ranah Minang juga punya empat senator yang membawa suara daerah ke level nasional. Mulai dari sosok muda yang baru terjun ke parlemen, tokoh berlatar pendidikan dan pesantren, sampai politikus yang punya perjalanan panjang di DPD RI. Yuk, kenalan satu-satu!
Cerint Iralloza Tasya: Senator Muda yang Bikin Penasaran!
Usia muda bukan alasan buat jauh-jauh dari politik. Cerint Iralloza Tasya jadi salah satu contoh anak muda yang berhasil melangkah ke parlemen. Lahir di Padang pada 16 Oktober 2000, Cerint terpilih sebagai anggota DPD RI dari Sumatera Barat lewat Pemilu 2024 dengan raihan 283.020 suara.
Yang bikin makin menarik, saat dilantik pada 1 Oktober 2024, usianya baru 23 tahun 11 bulan. Berdasarkan data profil yang diberikan, Cerint tercatat sebagai senator termuda kedua saat itu. Masih muda, tetapi sudah mendapat kepercayaan dari ratusan ribu pemilih.
Sebelum masuk parlemen, Cerint juga pernah mengikuti ajang Uda dan Uni Duta Wisata Kabupaten Pesisir Selatan. Pada 2022, ia meraih penghargaan Uni Intelegensia Pesisir Selatan.
Perjalanannya jadi pengingat bahwa anak muda juga punya ruang buat ikut menentukan arah kebijakan. Sekarang, tantangannya adalah bagaimana kepercayaan pemilih itu bisa dibalas lewat kerja nyata dan aspirasi yang benar-benar diperjuangkan.
Muslim M. Yatim: Dari Dunia Pendidikan, Gas ke Parlemen!
Kalau Cerint mewakili wajah muda, Muslim M. Yatim punya cerita panjang di dunia pendidikan dan legislatif. Sebelum menjadi senator, ia pernah duduk sebagai anggota DPRD Sumatera Barat selama tiga periode berturut-turut, dari 2004 sampai 2019.
Muslim juga punya pengalaman belajar di luar negeri. Ia pernah menempuh pendidikan di Universitas Raja Saud, Riyadh, Arab Saudi, lalu menyelesaikan studi Magister Manajemen di STIE-KBP Padang pada 2016.
Nggak cuma berkutat dengan pendidikan formal, Muslim juga pernah menjadi pendidik dan pendakwah. Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya punya warna tersendiri: dari ruang belajar dan aktivitas masyarakat, sampai ke ruang pengambilan keputusan.
Buat Muslim, pengalaman panjang di daerah menjadi bagian penting dari perjalanan menuju parlemen nasional. Namun, yang paling ditunggu masyarakat tentu saja bagaimana pengalaman itu bisa menghasilkan kebijakan yang terasa manfaatnya bagi warga Sumbar.
Jelita Donal: Dari Al-Azhar, Lanjut Bawa Pengalaman ke Senayan!
Nama Jelita Donal, Lc., juga punya cerita yang menarik buat disimak. Lahir di Pariaman pada 8 Juli 1973, Jelita merupakan lulusan S1 Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Sebelum menjadi senator, ia aktif di dunia pendidikan dan ikut mengembangkan lembaga pendidikan Islam. Jadi, pengalamannya bukan cuma soal organisasi atau politik, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar dan pembinaan masyarakat.
Salah satu fakta menariknya, Jelita ikut mendirikan dan membina Pondok Pesantren Daarul Muwahhidiin dan Pesantren Daarul Hadits. Ia juga aktif di berbagai organisasi, termasuk organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan keagamaan.
Dari lingkungan pesantren sampai parlemen, Jelita membawa pengalaman yang terbentuk dari interaksi dengan dunia pendidikan dan masyarakat. Menarik untuk melihat bagaimana pengalaman tersebut ikut mewarnai kiprahnya sebagai wakil daerah.
Irman Gusman: Bukan Pemain Baru di DPD RI!
Kalau ngomongin perjalanan panjang DPD RI, nama Irman Gusman nggak bisa dilewatkan begitu saja. Lahir di Padang Panjang pada 11 Februari 1962, Irman sudah aktif berorganisasi sejak masa mahasiswa, termasuk di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Kristen Indonesia pada 1985, kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Pada 1987, Irman meraih gelar MBA dengan konsentrasi pemasaran dari University of Bridgeport.
Salah satu fakta paling menarik dari perjalanan politiknya adalah keterlibatannya sebagai salah satu penggagas terbentuknya DPD RI. Ia kemudian menjabat sebagai Ketua DPD RI selama dua periode, yaitu 2009–2014 dan 2014–2019.
Artinya, Irman bukan cuma pernah menduduki kursi pimpinan, tetapi juga ikut berperan dalam perjalanan lembaga perwakilan daerah tersebut. Pengalaman panjangnya menjadi bagian penting dari rekam jejak politik yang ia bawa.
Empat Senator, Empat Cerita, Satu Ranah Minang!
Dari Cerint yang masih muda, Muslim dengan pengalaman pendidikan dan legislatif, Jelita yang aktif mengembangkan pesantren, sampai Irman yang punya rekam jejak panjang di DPD RI, masing-masing punya perjalanan berbeda.
Tapi, ada satu hal yang sama: mereka membawa nama Sumatera Barat di tingkat nasional. Pada akhirnya, bukan cuma soal siapa yang paling terkenal atau punya jabatan paling tinggi, melainkan siapa yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan hasil yang nyata.
Kalau kamu bisa titip satu aspirasi ke senator Sumbar, isu apa yang paling ingin kamu suarakan? Pendidikan, lapangan kerja, ekonomi daerah, atau infrastruktur? Drop pendapatmu di kolom komentar!
