Manusiasenayan.id – Perjalanan politik seseorang nggak selalu dimulai dari gedung parlemen. Ada juga yang lebih dulu merasakan langsung bagaimana rasanya mengurus pemerintahan dan menghadapi kebutuhan masyarakat di daerah. Nah, pengalaman itu jadi bagian menarik dari perjalanan tiga tokoh ini: Ismeth Abdullah, Andi Sofyan Hasdam, dan Almalik Pababari.

Ketiganya punya rekam jejak di pemerintahan daerah sebelum berkiprah di tingkat nasional. Penasaran seperti apa perjalanan mereka? Yuk, kenalan satu per satu!

Ismeth Abdullah: Dari Pimpin Kepri ke Senayan

Kalau ngomongin Ismeth Abdullah, salah satu pengalaman penting dalam perjalanan politiknya adalah saat memimpin Kepulauan Riau. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Riau, posisi yang membuatnya terlibat langsung dalam urusan pemerintahan di provinsi kepulauan tersebut.

Memimpin Kepri jelas punya tantangan tersendiri. Wilayahnya terdiri dari banyak pulau, sehingga urusan pembangunan, konektivitas, dan pelayanan masyarakat membutuhkan perhatian khusus. Kebutuhan warga yang tinggal di wilayah perkotaan pun bisa berbeda dengan masyarakat di pulau-pulau yang lebih jauh.

Pengalaman di pemerintahan provinsi menjadi bagian dari rekam jejak Ismeth sebelum ia juga berkiprah sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Di DPD RI, peran senator berkaitan dengan kepentingan daerah, termasuk urusan otonomi daerah dan hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Artinya, persoalan daerah perlu terus dibawa ke pembahasan di tingkat nasional.

Perjalanan Ismeth menarik karena memperlihatkan perpindahan peran dari memimpin pemerintahan provinsi menuju lembaga perwakilan daerah. Namun, pengalaman jabatan tentu bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat. Yang nggak kalah penting adalah bagaimana pengalaman tersebut bisa menjadi bekal untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Andi Sofyan Hasdam: Pernah Pimpin Kota Bontang

Dari Kepulauan Riau, kita beralih ke Kalimantan Timur. Ada Andi Sofyan Hasdam, tokoh yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Bontang.

Mengurus kota itu bukan perkara gampang. Pemerintah kota harus memikirkan banyak hal sekaligus, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, sampai kebutuhan ekonomi dan lingkungan masyarakat.

Bontang sendiri dikenal sebagai salah satu kota industri di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut membuat pembangunan kota dan kualitas hidup warga menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan dalam melihat dinamika pemerintahan daerah.

Pengalaman Andi Sofyan Hasdam sebagai wali kota menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. Setelah berkecimpung di pemerintahan kota, ia juga melanjutkan kiprahnya melalui DPD RI.

Perpindahan dari pemerintahan kota ke lembaga perwakilan daerah menunjukkan bahwa pengalaman mengurus wilayah bisa menjadi bekal untuk memahami persoalan masyarakat dalam lingkup yang lebih luas.

Tapi, jangan cuma terpaku pada jabatan yang pernah dipegang. Pengalaman memang penting, tetapi masyarakat juga perlu melihat bagaimana gagasan, kebijakan, dan perjuangan seorang wakil daerah bisa memberikan manfaat nyata.

Almalik Pababari: Dari Mamuju, Membawa Suara Daerah

Selanjutnya ada Almalik Pababari yang punya pengalaman di pemerintahan Sulawesi Barat. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Mamuju sebelum berkiprah di tingkat nasional melalui DPD RI.

Sebagai kepala daerah, bupati punya tanggung jawab mengurus pemerintahan kabupaten dan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembangunan wilayah, pelayanan publik, sampai berbagai persoalan lokal yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Mamuju punya karakteristik dan kebutuhan daerahnya sendiri. Karena itu, pengalaman memimpin kabupaten bisa memberikan gambaran tentang bagaimana pemerintah daerah menghadapi persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

Rekam jejak Almalik sebagai Bupati Mamuju menjadi bagian dari perjalanan politiknya sebelum berkiprah sebagai senator. Dari pemerintahan kabupaten, perannya kemudian berkaitan dengan lembaga perwakilan daerah di tingkat nasional.

Meski begitu, menjadi senator bukan sekadar membawa pengalaman masa lalu. Ada tanggung jawab untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, memahami persoalan daerah, dan memperjuangkan kepentingan warga melalui peran yang dimiliki DPD RI.

Pada akhirnya, pengalaman memimpin daerah bisa menjadi modal berharga. Namun, yang paling penting tetap bagaimana pengalaman itu digunakan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bukan cuma menjadi catatan dalam perjalanan karier politik.