Manusiasenayan.id – Jadi senator ternyata nggak selalu berawal dari dunia politik. Ada yang punya pengalaman mengawasi pemilu, lama berkecimpung di pelayanan gereja, pernah mengelola taman kanak-kanak, sampai malang melintang di dunia pertelevisian dan pemerintahan. Nah, empat senator asal Provinsi Papua ini punya perjalanan yang menarik buat dikulik. Bukan cuma soal jabatan, tetapi juga pengalaman yang mereka bawa sebelum duduk di DPD RI.
Carel Simon Petrus Suebu: Dari Pengawas Pemilu ke Kursi Senator
Lahir di Sentani pada 21 September 1979, Carel Simon Petrus Suebu punya rekam jejak yang cukup dekat dengan dunia pengawasan pemilu dan organisasi kepemudaan. Sebelum menjadi senator, ia pernah menjabat sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Teluk Wondama pada 2007–2010, kemudian menjadi anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat pada 2013–2018.
Menariknya, pengalaman Carel di dunia pengawasan pemilu sudah dimulai sejak 2007. Jadi, sebelum membawa aspirasi masyarakat ke tingkat nasional, ia lebih dulu berkecimpung dalam urusan pengawasan jalannya pemilu.
Nggak berhenti di situ, Carel juga aktif di KNPI. Ia pernah menjadi Wakil Ketua KNPI Provinsi Papua dalam beberapa periode, yakni 2011–2016, 2016–2021, dan 2021–2026. Rekam jejak ini memperlihatkan keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan selama bertahun-tahun.
Pdt. David Harold Waromi: Hampir Tiga Dekade di Dunia Pelayanan
David Harold Waromi lahir di Ambai pada 5 November 1974. Sebelum berkiprah sebagai senator, ia punya perjalanan panjang di dunia pelayanan gereja melalui Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI).
David tercatat aktif melayani di GPdI pada 1996–2023, atau sekitar 27 tahun. Kalau dihitung, itu bukan waktu yang sebentar! Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sebelum masuk ke dunia perwakilan daerah.
Ia juga pernah terlibat dalam Departemen Luar Negeri GPdI pada 2012–2017 dan tercatat memimpin Biro Litbang GPdI untuk periode 2022–2027. Pengalaman organisasinya ini menarik untuk disorot karena menunjukkan keterlibatan David bukan hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam struktur organisasi gereja.
Lalita: Pernah Punya TK, Kini Jadi Senator
Lalita lahir di Jakarta pada 17 Agustus 1972. Dalam Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPD RI dari Provinsi Papua dengan perolehan 52.087 suara.
Namun, ada sisi lain dari perjalanan karier Lalita yang nggak kalah menarik. Sebelum menjadi senator, ia pernah menjadi pemilik Taman Kanak-Kanak Jasmine Sentul pada 2010–2014.
Dari mengelola taman kanak-kanak hingga menjadi wakil daerah, perjalanan Lalita punya warna yang berbeda. Pengalaman di dunia pendidikan anak menjadi bagian unik dari rekam jejaknya di luar politik. Perjalanan ini juga membuka ruang untuk mengenal lebih jauh pengalaman profesional yang ia bawa ke parlemen.
Henock Puraro: Dari Dunia TV ke Kursi Senator
Henock Puraro lahir di Sentani pada 7 Juli 1961. Sebelum menjadi senator, ia sudah punya pengalaman panjang di dunia penyiaran. Ia pernah menjabat sebagai Kepala TVRI Papua pada 2003–2013, lalu menjadi Direktur Utama Papua TV pada 2013–2015.
Setelah berkecimpung di dunia media, Henock melanjutkan perjalanan kariernya ke pemerintahan daerah. Pada 2017–2021, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Satu Atap Kabupaten Jayapura.
Fakta menariknya, Henock punya pengalaman di dua bidang berbeda: penyiaran dan pelayanan publik. Dari mengelola lembaga penyiaran hingga menangani pelayanan perizinan daerah, rekam jejaknya mencakup pengalaman profesional yang beragam sebelum menjadi senator.
Latar Belakang Beda, Aspirasi Tetap Harus Dibawa!
Empat senator, empat cerita karier yang berbeda. Carel punya pengalaman pengawasan pemilu dan organisasi pemuda, David lama berkecimpung dalam pelayanan gereja, Lalita pernah mengelola taman kanak-kanak, sementara Henock berpengalaman di dunia penyiaran dan pemerintahan.
Namun, yang paling penting bukan cuma perjalanan karier mereka. Sebagai wakil daerah, masyarakat juga perlu melihat bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata dan perjuangan untuk Papua.
Kalau menurut kamu, isu apa yang paling wajib diperjuangkan para senator Papua? Tulis pendapatmu di kolom komentar, yuk!
