Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politik, yang terbayang mungkin ruang rapat, debat panjang, sampai pembahasan kebijakan yang kadang bikin dahi berkerut. Tapi, di balik semua itu, ada perjalanan panjang yang membentuk setiap wakil rakyat. Salah satunya Nessy Kalviya, S.T., M.M., anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang punya pengalaman di dunia teknik, bisnis, hingga organisasi kemasyarakatan.

Perjalanan Nessy terbilang menarik karena latar belakangnya nggak cuma berkutat di satu bidang. Sebelum menjalani tugas di parlemen, ia menempuh pendidikan teknik, melanjutkan studi manajemen, dan membangun pengalaman profesional sekaligus aktif dalam berbagai organisasi.

Berawal dari Pendidikan Teknik, Lanjut Mendalami Manajemen

Perjalanan pendidikan Nessy dimulai di SDN 2 Rawa Laut, Tanjung Karang, pada 1984–1990. Ia kemudian melanjutkan sekolah di SMPN 2 Tanjung Karang pada 1990–1993 dan SMAN 3 Tanjung Karang pada 1993–1996.

Setelah lulus SMA, Nessy mengambil langkah ke dunia teknik dengan kuliah di Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) pada 1996–2001. Nggak berhenti sampai di situ, ia kembali melanjutkan pendidikan di Universitas Bandar Lampung (UBL) pada 2012–2014 dengan bidang studi manajemen.

Kombinasi latar belakang teknik dan manajemen ini menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Satu sisi berhubungan dengan pemahaman teknis, sementara sisi lainnya berkaitan dengan pengelolaan dan pengambilan keputusan.

Dari Staf Kampus ke Dunia Bisnis

Selepas kuliah, Nessy memulai pengalaman profesional sebagai staf LBT-Unila pada 2001–2003. Setelah itu, ia masuk ke dunia konsultasi teknik dan menduduki posisi Direktur Teknik Jaya Konsultan pada 2005–2010.

Pengalaman bisnisnya berlanjut melalui posisi Direktur Sulthan Tenda sejak 2008, berdasarkan data riwayat pekerjaan yang tersedia hingga 2026. Perjalanan ini memperlihatkan keterlibatannya dalam pengelolaan usaha, selain aktivitas organisasi dan kiprah politiknya.

Aktif Berorganisasi, Dekat dengan Isu Masyarakat

Kalau melihat rekam organisasi Nessy, aktivitasnya cukup beragam. Pada 1998–2000, ia pernah menjadi Bendahara BEM Fakultas Teknik Unila. Pengalaman organisasi tersebut kemudian berlanjut ke sejumlah posisi di Lampung Tengah.

Pada 2010–2015, Nessy tercatat sebagai Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Tengah dan Wakil Ketua Dekranas Kabupaten Lampung Tengah. Ia juga menjadi Ketua P2TP2A Kabupaten Lampung Tengah pada 2011–2015 serta Ketua HIMPAUDI Kabupaten Lampung Tengah pada 2011–2018.

Perannya berlanjut ketika ia menjabat Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranas Kabupaten Lampung Tengah pada 2016–2018, serta Ketua FORIKAN pada periode yang sama.

Di luar jabatan tersebut, Nessy tercatat memimpin Majelis Taklim Cahaya Nurani sejak 2011 dan menjadi Ketua Dewan Pakar Muslimat NU sejak tahun yang sama. Pada 2022–2026, ia juga menjabat Ketua Dewan Pakar DPW Garnita NasDem Provinsi Lampung serta Wakil Ketua DPW NasDem Provinsi Lampung Bidang Hubungan Eksekutif.

Kini Mengawal Isu Sosial dari Senayan

Perjalanan Nessy berlanjut ke DPR RI. Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, ia berada di lingkungan parlemen yang menangani bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana. Ia juga tercatat terlibat dalam Panitia Khusus (Pansus).

Bidang kerja ini punya kaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari perlindungan kelompok rentan, kesejahteraan sosial, hingga respons terhadap bencana, semuanya membutuhkan kebijakan yang tepat dan pengawasan yang serius.

Dengan pengalaman di dunia usaha dan organisasi, perjalanan Nessy menjadi menarik untuk diikuti. Namun, rekam jabatan saja tentu belum cukup untuk menilai kinerja seorang wakil rakyat. Publik juga perlu melihat gagasan yang disampaikan, kebijakan yang dikawal, serta kontribusi nyata yang dihasilkan.

Pada akhirnya, perjalanan dari dunia teknik, bisnis, organisasi, hingga parlemen menunjukkan beragam pengalaman yang membentuk profil Nessy Kalviya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman tersebut bisa ikut mendorong kebijakan yang benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat.