Manusiasenayan.id – Sepak bola usia dini bukan cuma soal cetak gol, menang pertandingan, atau angkat trofi. Lebih dari itu, lapangan hijau bisa jadi tempat anak-anak belajar disiplin, membangun mental, dan menemukan potensi terbaiknya. Pesan inilah yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, saat mendorong pembinaan sepak bola sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan Fikri ketika membuka Turnamen Sepak Bola Kelompok Umur (KU) U-12 Kemenpora-Footballindo 2026 di Lapangan Yonzipur, Slawi Wetan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026). Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola pertama alias kick-off oleh Fikri.

Dalam sambutannya, legislator Fraksi PKS itu mengingatkan bahwa setiap anak punya kelebihan masing-masing. Karena itu, pembinaan olahraga harus membantu mereka mengembangkan kemampuan yang dimiliki, bukan sekadar menuntut kemenangan di setiap pertandingan.

“Pembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini. Fokuskan anak pada kehebatannya, karena setiap anak memiliki potensinya masing-masing,” ujar Fikri, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi kepada Parlementaria di Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Fikri, olahraga bukan cuma soal fisik, tetapi juga pembentukan karakter. Lewat sepak bola, anak-anak bisa belajar kerja sama tim, menjaga kedisiplinan, menghormati lawan, hingga menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

Makanya, turnamen kelompok umur jangan cuma dijadikan ajang berburu gelar juara. Kompetisi juga perlu menjadi ruang bagi anak-anak untuk menambah pengalaman, mengasah teknik, dan meningkatkan kepercayaan diri saat bermain di lapangan.

Fikri juga berharap kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Footballindo Academy Tegal bisa terus berlanjut. Menurutnya, pembinaan sepak bola akar rumput perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ramai ketika turnamen berlangsung.

Pasalnya, bibit pemain hebat perlu proses panjang. Dengan latihan yang terarah, kesempatan bertanding, dan pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak berbakat dari daerah punya peluang untuk berkembang menjadi atlet profesional.

“Lebih dari itu, kompetisi akar rumput ini diharapkan mampu melahirkan bibit atlet sepak bola unggul yang kelak mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” pesannya.

Turnamen Kemenpora-Footballindo 2026 sendiri digelar dalam dua gelombang di Lapangan Yonzipur, Slawi Wetan, Kabupaten Tegal. Kategori KU-12 berlangsung pada 24–25 Oktober 2026, sedangkan kategori KU-14 dijadwalkan pada 30–31 Oktober 2026.

Untuk kategori KU-12, ada enam klub lokal yang ikut meramaikan pertandingan, yaitu Footballindo Academy, Binaba Bojong, Galaxy Dewa Ratna, Binamuda Suniarsih, Persiklu Kluwut, dan Binatama.

Para peserta bakal memperebutkan uang pembinaan, trofi, medali, serta piagam penghargaan. Nggak cuma penghargaan buat tim, panitia juga menyiapkan apresiasi individu untuk Pemain Terbaik (Best Player), Pencetak Gol Terbanyak (Top Scorer), dan Penjaga Gawang Terbaik (Best Goalkeeper).

Lewat kompetisi ini, harapannya makin banyak talenta muda yang mendapat kesempatan unjuk kemampuan. Siapa tahu, dari lapangan lokal Kabupaten Tegal, lahir pemain yang nantinya bisa membawa nama Indonesia bersinar di panggung sepak bola dunia.