Manusiasenayan.id – Perjalanan menuju Senayan nggak selalu dimulai dari panggung politik nasional. Ada juga yang merintis langkahnya dari daerah, mengenal langsung persoalan masyarakat, lalu perlahan naik ke level parlemen yang lebih luas. Salah satunya adalah F. Alimudin Kolatlena, politikus Partai Gerindra yang kini duduk sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.
Sebelum namanya berada di jajaran wakil rakyat tingkat nasional, Alimudin lebih dulu membangun pengalaman politik di tanah Maluku. Perjalanannya dimulai pada 2014–2019 ketika dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur. Nggak cuma menjadi anggota biasa, ia juga mengemban posisi sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan politiknya. Setelah menyelesaikan masa tugas di tingkat kabupaten, Alimudin melanjutkan kiprahnya ke DPRD Provinsi Maluku pada periode 2019–2024. Di level ini, ruang pengabdiannya semakin luas karena harus ikut mengawal berbagai persoalan dan kepentingan masyarakat di tingkat provinsi.
Perjalanan politiknya kemudian berlanjut ke panggung nasional. Pada Pemilu 2024, Alimudin berhasil melangkah ke DPR RI dan menjadi anggota parlemen periode 2024–2029. Bisa dibilang, perjalanan dari DPRD kabupaten, DPRD provinsi, hingga DPR RI menjadi bagian menarik dari rekam jejak politiknya.
Kalau menengok ke belakang, perjalanan pendidikan Alimudin dimulai dari SDN I Kataloka pada 1984–1990. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MTs Negeri Geser pada 1993–1996 dan MAN Geser pada 1996–1999. Latar pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik.
Di Senayan, Alimudin bertugas di Komisi VIII DPR RI, komisi yang punya tanggung jawab besar dalam mengawal urusan agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta kebencanaan.
Bukan cuma itu, ia juga tercatat terlibat dalam Badan Anggaran dan Panitia Khusus. Artinya, ruang kerjanya nggak hanya berkutat pada satu isu, tetapi juga bersinggungan dengan pembahasan anggaran dan penanganan berbagai persoalan melalui pembentukan pansus.
Dengan pengalaman politik dari tingkat kabupaten hingga nasional, Alimudin punya bekal untuk memahami persoalan masyarakat dari berbagai level pemerintahan. Tantangannya sekarang adalah membuktikan bahwa pengalaman tersebut bisa diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Sebab, jabatan di parlemen bukan sekadar soal naik level dari daerah ke pusat. Yang paling penting adalah bagaimana suara masyarakat bisa diperjuangkan dan kebijakan yang dibahas benar-benar membawa dampak.
Dari Seram Bagian Timur menuju Senayan, perjalanan Alimudin kini memasuki babak baru. Saatnya membuktikan bahwa pengalaman panjang di parlemen daerah bisa menjadi modal untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat nasional!
