Manusiasenayan.id – Masuk dunia politik ternyata punya banyak jalan. Ada yang berangkat dari aktivis, pengusaha, akademisi, sampai mereka yang lebih dulu akrab dengan dunia hukum. Nah, menariknya, ada tiga senator DPD RI yang punya bekal pendidikan hukum dan perjalanan politik cukup panjang sebelum akhirnya duduk sebagai wakil daerah di Senayan.
Mereka adalah Novita Anakotta dari Maluku, Abdul Kholik dari Jawa Tengah, dan Habib Hamid Abdullah dari Kalimantan Selatan. Ketiganya punya cerita berbeda. Ada yang konsisten terpilih sampai tiga periode, ada yang kenyang pengalaman di dunia legislasi, hingga sosok senior yang sudah lama berkecimpung di parlemen. Yuk, kenalan lebih dekat!
Novita Anakotta: Tiga Periode di Senayan, Suara Maluku Terus Dibawa!
Lahir di Ambon pada 21 November 1974, Novita Anakotta bukan nama baru dalam dunia politik daerah. Senator asal Maluku ini punya bekal pendidikan hukum, mulai dari Sarjana Hukum (S.H.) hingga Magister Hukum (M.H.) dari Universitas Jayabaya.
Perjalanan politiknya dimulai pada periode 2014–2019. Saat itu, Novita berhasil mengantongi 62.501 suara dan mengamankan satu kursi DPD RI dari Maluku.
Belum berhenti di situ, ia kembali mendapat kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2019 dengan perolehan 85.862 suara. Konsistensinya berlanjut pada Pemilu 2024. Kali ini, perolehan suaranya melonjak menjadi 180.335 suara sah, sekaligus menjadikannya peraih suara terbanyak untuk DPD RI di daerah pemilihan Maluku.
Artinya, Novita kembali melanjutkan kiprahnya untuk periode 2024–2029. Dengan pengalaman politik selama tiga periode dan bekal pendidikan hukum, ia punya ruang lebih luas untuk ikut mengawal kepentingan masyarakat Maluku dalam kebijakan nasional.
Abdul Kholik: Dari Balik Layar Legislasi, Kini Jadi Senator dengan 2,1 Juta Suara!
Kalau Abdul Kholik, ceritanya sedikit berbeda. Senator asal Jawa Tengah ini bukan hanya punya latar belakang akademik hukum, tetapi juga pernah bersentuhan langsung dengan proses penyusunan regulasi di parlemen.
Lahir di Cilacap pada 19 Juli 1968, Abdul Kholik menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Pengalamannya juga tidak cuma berkutat di ruang kuliah. Sebelum menjadi senator, ia pernah menjabat sebagai Staf Ahli Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dan Tim Ahli DPD RI. Jadi, urusan pembahasan regulasi dan dinamika parlemen bukan hal yang asing baginya.
Pada Pemilu 2019, Abdul Kholik berhasil mengantongi 1.420.065 suara dan terpilih menjadi senator Jawa Tengah periode 2019–2024.
Kepercayaan masyarakat bahkan semakin besar pada Pemilu 2024. Ia berhasil meraih 2.160.469 suara dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Dari dunia akademik, pengalaman membantu proses legislasi, hingga akhirnya menjadi senator, perjalanan Abdul Kholik memperlihatkan bahwa memahami hukum bisa menjadi modal penting untuk ikut menentukan arah kebijakan negara.
Habib Hamid Abdullah: Senator Senior yang Sudah Empat Periode Mengawal Daerah!
Berikutnya ada Habib Hamid Abdullah, senator asal Kalimantan Selatan yang punya jam terbang panjang di parlemen. Lahir di Banjarmasin pada 3 Agustus 1948, ia memiliki latar belakang pendidikan hukum dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.) dari Universitas Lambung Mangkurat.
Perjalanan politik Habib Hamid terbilang panjang. Ia sudah menjadi anggota DPD RI sejak periode 2009–2014, kemudian kembali terpilih pada periode 2014–2019 dan 2019–2024.
Artinya, sebelum kembali maju pada Pemilu 2024, ia sudah punya pengalaman tiga periode berturut-turut sebagai senator.
Kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan kembali ia dapatkan pada Pemilu 2024 dengan perolehan 269.903 suara. Hasil tersebut mengantarkannya kembali ke Senayan untuk periode 2024–2029 sekaligus menjalani periode keempatnya sebagai anggota DPD RI.
Menariknya, aktivitas Habib Hamid tidak hanya berkutat di dunia politik. Ia juga tercatat aktif sebagai Pengurus Daerah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) sejak 1997.
Dengan bekal pendidikan hukum, pengalaman panjang di parlemen, dan aktivitas organisasi, Habib Hamid menjadi salah satu figur senior yang masih dipercaya masyarakat Kalimantan Selatan.
Tiga senator, tiga perjalanan, dan satu kesamaan: bekal ilmu hukum yang dibawa ke dunia politik. Dari Novita yang konsisten membawa suara Maluku, Abdul Kholik yang punya pengalaman di balik proses legislasi, hingga Habib Hamid yang sudah empat periode menjadi senator, semuanya punya cerita tersendiri dalam perjalanan menuju Senayan.
Karena pada akhirnya, memahami hukum bukan cuma soal hafal pasal. Lebih dari itu, bagaimana pengetahuan tersebut bisa digunakan untuk mengawal kebijakan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat daerah.
