Manusiasenayan.id – Di antara deretan nama dari Sulawesi Utara yang berhasil tembus ke Senayan, sosok Dra. Adriana Charlotte Dondokambey, M.Si. punya cerita yang nggak sekadar soal politik. Lahir di Kota Manado, 03 Agustus 1955, perjalanan hidupnya lebih mirip maraton panjang—pelan, konsisten, tapi pasti sampai garis finish.
Buat yang ngikutin politik, nama Adriana mungkin bukan tipe yang sering cari panggung. Tapi jangan salah, langkahnya di dunia publik udah teruji waktu. Di Pemilu 2024, dia berhasil melaju sebagai Senator DPD RI mewakili Sulawesi Utara dengan raihan 202.652 suara sah—angka yang nggak kecil dan jadi bukti kalau kepercayaan publik itu nyata.
Sebelum duduk di kursi DPD RI periode 2024–2029, Adriana udah lebih dulu “makan asam garam” di dunia legislatif. Mulai dari Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (2014–2019), lanjut ke level nasional sebagai Anggota DPR RI (2019–2024). Jadi bisa dibilang, jalur yang dia tempuh bukan yang instan—semuanya lewat proses panjang dan konsistensi.
Menariknya, latar belakang pendidikannya juga nggak jauh dari isu yang sering dia perjuangkan. Dia merupakan lulusan S-2 Agronomi Lingkungan, Universitas Sam Ratulangi. Nggak heran kalau sejak awal karier, dia cukup concern sama urusan lingkungan hidup. Bahkan, sebelum masuk dunia politik, Adriana pernah menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Bitung (2006–2014)—posisi strategis yang nunjukin kalau dia udah terbiasa ngurus hal-hal teknis, bukan cuma wacana.
Di luar politik, aktivitasnya juga nggak kalah padat. Saat ini, dia dipercaya sebagai Ketua Umum Perbasi Sulawesi Utara (2024–2029), nunjukin kalau dunia olahraga—khususnya basket—masih jadi bagian penting dalam hidupnya. Selain itu, dia juga aktif di lingkup keagamaan sebagai Ketua Lansia Sinode GMIM (2022–2027).
Kalau ditarik ke belakang, kiprahnya di organisasi gereja juga panjang. Mulai dari Ketua Wanita Kaum Ibu Sinode GMIM (2018–2022), Wakil Bendahara Sinode GMIM (2014–2018), sampai Wakil Ketua BPMJ Gereja (2009–2014). Semua ini nunjukin satu hal: Adriana bukan cuma aktif di satu jalur, tapi multi-peran dan konsisten di berbagai bidang.
Sebagai seorang perempuan yang beragama Kristen, Adriana membawa pendekatan yang cukup membumi—nggak banyak gimmick, tapi fokus kerja. Sekarang, di DPD RI, perannya jelas: jadi jembatan antara suara masyarakat Sulawesi Utara dengan kebijakan di pusat.
Kalau dilihat dari keseluruhan perjalanan, Adriana Charlotte Dondokambey adalah tipe figur yang nggak dibentuk dalam semalam. Dari birokrasi, legislatif, organisasi, sampai sekarang jadi senator—semuanya dibangun lewat proses panjang. Nggak selalu heboh, tapi konsisten. Dan justru di situ letak kekuatannya.
